BERANDA CINTA ISLAM PROFIL

Selamat Datang di "SATU DINDA SATU CINTA", blog ini hanya tempat pembelajaran saya & berisi tentang kisah saya.

Sabtu, 12 Maret 2011

Gempa Japan (Dilihat dari AL-QUR'AN)


Jepang lagi-lagi diterjang gempa bumi, kali ini kekuatannya mencapai 7,9 skala ricter (SR). Peringatan akan tsunami pun dikeluarkan oleh pemerintah setempat.
Gempa yang menerjang pada pukul 2:46 waktu setempat berada di kedalaman 10 kilometer, sekira 120 kilometer dari pantai timur. Wilayah tersebut berada sekira 380 kilometer dari wilayah utara Tokyo.
 
Ayat 11 Surah 3 (Al-Imran)
"(keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; Karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. dan Allah sangat keras siksa-Nya"
Gempa dalam Al Qur'an
               ( kajian lewat indeks Al Qur'an )


Ayat dalam Al Qur'an ( terdapat kata gempa bumi ) hanya 1 ayat yakni :


"Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan tobat
kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka
digoncang gempa bumi, Musa berkata: "Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki,
tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau
membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara
kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu
siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau
kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami
rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya". ( QS 7 : 155 )

----> ayat ini juga mengandung do'a Nabi Musa .



Sedangkan yang ada kata gempa ( disamping ayat diatas ) ada 3 ayat  yakni :



1. Maka mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan
jadilah mereka mayit-mayit yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal
mereka. (QS 29 :37)



2. Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayit-mayit yang
bergelimpangan di tempat tinggal mereka. (QS 7 :78 )



3. Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayit-mayit yang
bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka, (QS 7 :91 )




Nomor 2 dan 3 dalam surah yang sama hanya diakhir saja yang berbeda, dimana
pertama ditempat tinggal mereka sedangkan yang kedua di dalam rumah-rumah
mereka.



Pra ayat gempa ( asal muasal / penyebab diturunkannya gempa termasuk tsunami
-- perhatikan kata  ditenggelamkan )



Untuk yang nomor 1 sebelum ayat diatas didahului oleh :


Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini
karena mereka berbuat fasik.



Dan sesungguhnya Kami tinggalkan daripadanya satu tanda yang nyata bagi
orang-orang yang berakal.



Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan, saudara mereka Syuaib, maka
ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari
akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan".



Maka mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan
jadilah mereka mayit-mayit yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal
mereka.



Dan (juga) kaum Ad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran
mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Dan setan menjadikan mereka
memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari
jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam.



Dan (juga) Karun, Firaun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada
mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata.
Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka
orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).



Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara
mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara
mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada
yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami
tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan
tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

 Al Qur'an surah Al Ankabut ayat 34-40



Untuk yang nomor 2 sebelum ayat tersebut kalau melihat dalam Al Qur'an
didahului oleh :




Ia berkata: "Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari
Tuhanmu". Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama
(berhala) yang kamu dan nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah
sekali-kali tidak menurunkan hujah untuk itu? Maka tunggulah (azab itu),
sesungguhnya aku juga termasuk orang yang menunggu bersama kamu".



Maka Kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat
yang besar dari Kami, dan kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat
Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman.



Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Saleh. Ia
berkata. "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu
selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu.
Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi
Allah, dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apa pun, (yang
karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih."



Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang
berkuasa) sesudah kaum 'Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu
dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat
gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan
janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.



Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada
orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: "Tahukah
kamu bahwa Saleh di utus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?". Mereka menjawab:
"Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Saleh diutus untuk
menyampaikannya".



Orang-orang yang menyombongkan diri berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang
yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu".



Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap
perintah Tuhan. Dan mereka berkata: "Hai Saleh, datangkanlah apa yang kamu
ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus
(Allah)".



Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayit-mayit yang
bergelimpangan di tempat tinggal mereka.



Maka Saleh meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku sesungguhnya aku
telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasihat
kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat".



                                      Al Qur'an surah Al A'raaf ayat 71-79



Sedangkan ayat yang terdapat gempa (nomor 3) didahului oleh ayat-ayat berikut
ini :



Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syuaib. Ia
berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu
selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu.
Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi
manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat
kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih
baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman".



Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan
menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar
jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu
berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah
bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.



Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk
menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka
bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah
Hakim yang sebaik-baiknya.



Pemuka-pemuka dari kaum Syuaib yang menyombongkan diri berkata: "Sesungguhnya
kami akan mengusir kamu hai Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamamu
dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami". Berkata Syuaib: "Dan
apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?"



Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami
kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami daripadanya. Dan
tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami
menghendaki (nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada
Allah sajalah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami
dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang
sebaik-baiknya.



Pemuka-pemuka kaum Syuaib yang kafir berkata (kepada sesamanya): "Sesungguhnya
jika kamu mengikuti Syuaib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi)
orang-orang yang merugi".



Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayit-mayit yang
bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,



(yaitu) orang-orang yang mendustakan Syuaib seolah-olah mereka belum pernah
berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syuaib mereka itulah
orang-orang yang merugi.



Maka Syuaib meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku
telah menyampaikan kepadamu amanat-amanah Tuhanku dan aku telah memberi
nasihat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang
yang kafir?"



Kami tidaklah mengutus seseorang nabi pun kepada sesuatu negeri, (lalu
penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya
kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.



Kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga keturunan dan harta
mereka bertambah banyak, dan mereka berkata: "Sesungguhnya nenek moyang kami
pun telah merasai penderitaan dan kesenangan", maka Kami timpakan siksaan
atas mereka dengan sekonyong-konyong sedang mereka tidak menyadarinya.



Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan
melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka
mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan
perbuatannya.



Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan
Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?



Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan
Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang
bermain?


Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)?
Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.

                         Al Qur'an surah Al A'raaf ayat 85-99



Maha Benar Alloh dengan segala firman-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar