BERANDA CINTA ISLAM PROFIL

Selamat Datang di "SATU DINDA SATU CINTA", blog ini hanya tempat pembelajaran saya & berisi tentang kisah saya.

Selasa, 26 April 2011

puisi untuk sahabat

haha lama gak ngeblog ne..... malas rasanya.... hehe

Sabtu, 12 Maret 2011

Gempa Japan (Dilihat dari AL-QUR'AN)


Jepang lagi-lagi diterjang gempa bumi, kali ini kekuatannya mencapai 7,9 skala ricter (SR). Peringatan akan tsunami pun dikeluarkan oleh pemerintah setempat.
Gempa yang menerjang pada pukul 2:46 waktu setempat berada di kedalaman 10 kilometer, sekira 120 kilometer dari pantai timur. Wilayah tersebut berada sekira 380 kilometer dari wilayah utara Tokyo.
 
Ayat 11 Surah 3 (Al-Imran)
"(keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; Karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. dan Allah sangat keras siksa-Nya"
Gempa dalam Al Qur'an
               ( kajian lewat indeks Al Qur'an )


Ayat dalam Al Qur'an ( terdapat kata gempa bumi ) hanya 1 ayat yakni :


"Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan tobat
kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka
digoncang gempa bumi, Musa berkata: "Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki,
tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau
membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara
kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu
siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau
kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami
rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya". ( QS 7 : 155 )

----> ayat ini juga mengandung do'a Nabi Musa .



Sedangkan yang ada kata gempa ( disamping ayat diatas ) ada 3 ayat  yakni :



1. Maka mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan
jadilah mereka mayit-mayit yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal
mereka. (QS 29 :37)



2. Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayit-mayit yang
bergelimpangan di tempat tinggal mereka. (QS 7 :78 )



3. Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayit-mayit yang
bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka, (QS 7 :91 )




Nomor 2 dan 3 dalam surah yang sama hanya diakhir saja yang berbeda, dimana
pertama ditempat tinggal mereka sedangkan yang kedua di dalam rumah-rumah
mereka.



Pra ayat gempa ( asal muasal / penyebab diturunkannya gempa termasuk tsunami
-- perhatikan kata  ditenggelamkan )



Untuk yang nomor 1 sebelum ayat diatas didahului oleh :


Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini
karena mereka berbuat fasik.



Dan sesungguhnya Kami tinggalkan daripadanya satu tanda yang nyata bagi
orang-orang yang berakal.



Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan, saudara mereka Syuaib, maka
ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari
akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan".



Maka mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan
jadilah mereka mayit-mayit yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal
mereka.



Dan (juga) kaum Ad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran
mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Dan setan menjadikan mereka
memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari
jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam.



Dan (juga) Karun, Firaun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada
mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata.
Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka
orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).



Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara
mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara
mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada
yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami
tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan
tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

 Al Qur'an surah Al Ankabut ayat 34-40



Untuk yang nomor 2 sebelum ayat tersebut kalau melihat dalam Al Qur'an
didahului oleh :




Ia berkata: "Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari
Tuhanmu". Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama
(berhala) yang kamu dan nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah
sekali-kali tidak menurunkan hujah untuk itu? Maka tunggulah (azab itu),
sesungguhnya aku juga termasuk orang yang menunggu bersama kamu".



Maka Kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat
yang besar dari Kami, dan kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat
Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman.



Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Saleh. Ia
berkata. "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu
selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu.
Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi
Allah, dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apa pun, (yang
karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih."



Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang
berkuasa) sesudah kaum 'Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu
dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat
gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan
janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.



Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada
orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: "Tahukah
kamu bahwa Saleh di utus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?". Mereka menjawab:
"Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Saleh diutus untuk
menyampaikannya".



Orang-orang yang menyombongkan diri berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang
yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu".



Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap
perintah Tuhan. Dan mereka berkata: "Hai Saleh, datangkanlah apa yang kamu
ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus
(Allah)".



Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayit-mayit yang
bergelimpangan di tempat tinggal mereka.



Maka Saleh meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku sesungguhnya aku
telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasihat
kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat".



                                      Al Qur'an surah Al A'raaf ayat 71-79



Sedangkan ayat yang terdapat gempa (nomor 3) didahului oleh ayat-ayat berikut
ini :



Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syuaib. Ia
berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu
selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu.
Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi
manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat
kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih
baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman".



Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan
menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar
jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu
berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah
bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.



Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk
menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka
bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah
Hakim yang sebaik-baiknya.



Pemuka-pemuka dari kaum Syuaib yang menyombongkan diri berkata: "Sesungguhnya
kami akan mengusir kamu hai Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamamu
dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami". Berkata Syuaib: "Dan
apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?"



Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami
kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami daripadanya. Dan
tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami
menghendaki (nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada
Allah sajalah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami
dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang
sebaik-baiknya.



Pemuka-pemuka kaum Syuaib yang kafir berkata (kepada sesamanya): "Sesungguhnya
jika kamu mengikuti Syuaib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi)
orang-orang yang merugi".



Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayit-mayit yang
bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,



(yaitu) orang-orang yang mendustakan Syuaib seolah-olah mereka belum pernah
berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syuaib mereka itulah
orang-orang yang merugi.



Maka Syuaib meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku
telah menyampaikan kepadamu amanat-amanah Tuhanku dan aku telah memberi
nasihat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang
yang kafir?"



Kami tidaklah mengutus seseorang nabi pun kepada sesuatu negeri, (lalu
penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya
kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.



Kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga keturunan dan harta
mereka bertambah banyak, dan mereka berkata: "Sesungguhnya nenek moyang kami
pun telah merasai penderitaan dan kesenangan", maka Kami timpakan siksaan
atas mereka dengan sekonyong-konyong sedang mereka tidak menyadarinya.



Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan
melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka
mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan
perbuatannya.



Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan
Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?



Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan
Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang
bermain?


Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)?
Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.

                         Al Qur'an surah Al A'raaf ayat 85-99



Maha Benar Alloh dengan segala firman-Nya.

Senin, 07 Maret 2011

KEHADAPAN TUHAN YANG TERCINTA

………………. dalam kelana panjang menjangkau Maha Misteri
dibalik kegelapan abadi………………
kami manusia merenung, mencari dan mendoa dalam tumpuan harapan
sampai kami menerima berita melalui Rasul Utusan.
………………………………
Agama kami I s l a m mengajarkan hablumminallahi wahablumminannas
akhlak mulia dan amal kebajikan
bahwa manusia mulia di hadapan Allah ialah mereka yang takwa
………………………………
Ada banyak manusia menghayati kepercayaan bahwa manusia baik ialah mereka yang takut kepada Allah …………………….
ataukah tersembunyi rasa takut akan Kekuasaan dan siksa

Berkenanlah Paduka untuk hamba yakin bahwa siksa
Paduka bagi manusia hanya karena d o s a ………………
Bukan karena Paduka Mahakuasa
Hamba tidak takut Paduka
bukan hamba tanpa dosa
hamba percaya Tuhan Maha Pengasih Maha Pengayom
Kalau hamba takut Paduka,
mengapa hamba selalu damba dan hasrat menghadap
dalam shalat dan zikir
hamba selalu ingin dekat, akrab dan mesra
dalam iman, cinta dan kepasrahan bulat sebagai muslim

Bila ada rasa takut, waswas dan keraguan
tak mungkin hamba mendekat apalagi pasrah sepenuh kepribadian
dalam segala cita doa dan harapan
dijiwai gelora cinta dan kemesraan
hamba beramal kebajikan hablumminallahi wahablumminannas
……………..lillahi taala, demi Allah
semoga bukan demi ego hamba sendiri…………………
…..dalam segala langkah kehidupan
kadang hamba terjerumus kelembah nista dan dosa
namun hamba tetap percaya CINTA Paduka
kasih dan maaf terlimpah melalui tobat hamba
t e t a p hamba bukan takut Paduka
t e t a p hamba cinta Paduka
Bagaimanapun juga daif dan nista hamba
hamba damba dan mendem cinta Paduka
sekiranya Paduka tidak berkenan,
hamba rela ditempatkan di manapun karsa Paduka
semoga cinta hamba tak lebur dalam neraka
O, Tuhan betapa indah Keagungan Paduka
hanya dalam bayangan dan keterbatasan daya pikir hamba
betapa MAHA INDAHNYA DAN MAHA AGUNG SRI PADUKA
sesungguhnya takterbayangkan oleh hamba dan siapa saja . . .
Hamba mikrokosmos yang mengagumi Makrokosmos semesta raya
hamba hidup di dalamnya dan berkat unsur-unsur kosmos semesta
namun hamba percaya semua itu cipta dan berkat Paduka
hidup di dunia fana sekedar menabur cinta dan kebajikan bagi sesama
demi Allah dan demi amanat Paduka hamba mohon perkenan sujud dibawah
debu duli Paduka
hamba tetap menuju dan menghadap Paduka dalam cinta atau dosa
dalam cinta buta tanpa kenal Paduka laksana si buta menatap matahari dunia
yang terasa hanya hangatnya sinar, tanpa mengerti gemerlapnya cahaya
namun tetap menikmati hidup walau dalam kegelapan dunia
hamba si buta dalam mengerti dan menuju Paduka
Hanya berkat CINTA Paduka hamba punya dan menikmati cinta…..
Atau hamba tidak memiliki apa apa …

Baca Al-Qur’an :
2 : 165 ; 3 : 31 ; 5 : 54 ;
9 : 24 dan 49 : 7.
( MNS )

Sabtu, 05 Maret 2011

Jelas Sudah Tentang Dinda (05-03-2011)

Di pagi yang masih dingin Aku terbangun oleh mimpi yang tak indah, resah hatiku membangunkanku tuk mengambil air wudhu, setelah selesai sudah aku lalu membuka laptop dan melihat & mendengar kenganan yang aku buat tentangnya. 



Ya dia adalah mantanku, sudah lama aku putus dengan dia, namun sudah lama pula aku berusaha tuk meminta maaf kepadanya, dikarenakan aku telah menyakitanya sehingga dia pergi meninggalkanku. aku sudah berusaha semaksimal mungkin tuk mendapatkan maaf darinya. perjuangan yang kulakukan tak juga membuka pintu maafnya. hemmm mungkin ini sudah pantas ku rasakan, karena akupun menyadari bahwa sakit yang dia rasakan tak sebanding dengan perjuangan yang aku lakukan.
Iis Prima Mayasari, itu nama dia. Aku mengenalnya saat aku masih duduk di bangku SMP, hanya satu setengah tahun aku bersamanya. dulu dia berpacaran dengan teman baikku, yah saat dia berpacaran dengan sahabatku saat itu pula ku belum mempunyai perasaan cinta ke dia, tetapi aku merasa kasihan ke dia karena dia berpacaran dengan sahabatku yang ternyata sahabatku itu tak mengerti tentang perasaan wanita, yang dia mengerti hanya NAFSU yang melekat di hati dan otaknya.
waktu berlalu sekitar 2 tahun kemudia aku kembali melihatnya, tanpa buang waktu kami pun saling curhat, tak kukira dia ternyata masih berhubungan dengan sahabatku dulu, namun tidak lagi berpacaran, tetapi sahabatku masih juga menyakitinya. setelah pertemuan ini, yang dulu aku hanya mempunyai perasaan kasihan karena dia dimiliki sahabatku, kini aku menjadi kasihan dan menjadi sayang kepadanya. seorang wanita yang anggun, cantik, & pintar tetapi selalu disakiti cowok yang tak mengerti hati wanita.
menyingkat cerita, aku pun telah jadian dengannya. sungguh saat aku berpacaran dengan dia adalah dunia ku yang paling.....indah, tak pernah aku merasakan sebuah perhatian, canda tawa, kasih sayang, ataupun pengorbanan. tetapi aku masih bodoh berinteraksi dengan wanita, aku yang dulu benci dengan sahabatku karena dia menyakiti pacarnya (iis), tapi kini kau pun telah menyakitinya.!!!!
saat aku sudah putus dengan nya, aku pun merasa biasa saja, padahal dosa ku sangat besar karena dia menangis karena perkataanku. aku pun berfikir, aku kan mencari penggantinya setelah dia dimiliki orang lain, duh ternyata pemikiranku ini bodooooooooh banget, , saat dia pergi aku lama-kelamaan aku merasa sangatttttt kehilangan dia.
siang malam aku selalu terfikirkannya. doa yang kulakukan tak menjawab penyesalan. kini di tanggal 05 maret 2011 Iis Prima Mayasari ternyata sudah beberapa bulan berpacaran dengan temannya di 1 kelas. hari ini pun aku hanya diam tanpa senyum. aku bingung akuharus bagaimana. aku bingun aku harus melangkah bagaimana.
sekarang saat dia sudah dimiliki, aku hanya berdo'a semoga dinda bahagia selalu, & tak lagi disakiti oleh siapapun. dan berharap Allah memberikan yang terbaik untuk ku dan dia, dan semoga Allah masih mengerti hati diantara kami sehingga kami semgoa bisa saling mengasihi. amin.

foto itu diambil saat aku baru berparan dengan dia, ya maaf jika auratnya kelihatan, aku sudah mengajatri ia menjaga aurat. mungkin itu sudah dilakukan, tapi foto dia yang sekarang tak lagi seAnggun yang lalu.

untuk yang membaca mohon doanya Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk aku dan dia.

Rabu, 02 Maret 2011

Saat Malam


Saat malam mulai merambat dunia,
Saat itulah aku merindukan
Sang rembulan pasti bias menerangi
Gelapnya malam, saat itulah saat
Yang paling indah untuk merangkai
Kata – kata . . .


Betapapun hati ini rindu untuk bertemu,
Memandang wajahmu yang selalu
Bermain dipelupuk mataku,
Tak henti namamu selalu
Ku sebut dalam setiap hela nafasmu.


Hanya satu kata yang bias ku ucapkan
Dari satu kata yang bias ku ucapkan
Dari hati yang paling terdalam !!!


“Aku menyayangimu dan akan selalu mencintaimu”

Tak Pernah


engkau yang laksana embun
wajah indah selembut kabut
selalu bersinar laksana bintang
yang selalu berpijar dihatiku
kau pernah buatku berarti
isi lembaran hati dengan bahagia
taburkan semerbak harap
namun kini harus kutepikan bayangmu
meski berontak hasrat di jiwa
jiwaku menangis
meski lirih meski terisak
suarakan bagian jiwa
yang mencari diantara debu dan kenangan
meski tertatih
meski merintih
kulanjutkan langkah ini
...

Pokok-pokok Ajaran Ahmadiyah




Pokok-pokok Ajaran Ahmadiyah

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan umat Islam....sehingga lebih yakin.
Pokok-Pokok Ajaran Ahmadiyah al-Qadiyan
Di antara pokok-pokok ajaran Ahmadiyah al-Qadiyan adalah sebagai berikut.
1.      Mengimani dan meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad, laki-laki kelahiran
India yang mengaku menjadi nabi, adalah nabinya.
2.      Mengimani dan meyakini bahwa "Tadzkirah" yang merupakan kumpulan sajak
buatan Mirza Ghulam Ahmad itu adalah kitab sucinya. Mereka menganggap bahwa
wahyu adalah yang diturunkan kepada Mirza Ghulam Ahmad.
3.      Mengimani dan meyakini bahwa kitab "Tadzkirah" derajatnya sama dengan
Alquran.
4.      Mengimani dan meyakini bahwa wahyu dan kenabian tidak terputus dengan
diutusnya Nabi Muhammad saw. Mereka beranggapan bw risalah kenabian terus
belanjut sampai hari kiamat.
5.      Mengimani dan meyakini bahwa Rabwah dan Qadian di India adalah tempat
suci sebagaimana Mekah dan Madinah.
6.      Mengimani dan meyakini bahwa surga itu berada di Qadian dan Rabwah.
Mereka menganggap bahwa keduanya sebagai tempat turunnya wahyu.
7.      Wanita Ahmadiyah haram menikah dengan laki-laki di luar Ahmadiyah,
namun laki-laki Ahmadiyah boleh menikah dengan wanita di luar Ahmadiyah.
8.      Haram hukumnya salat bermakmum dengan orang di luar Ahmadiyah.

Sumber: Diadaptasi dari Mengenal Aliran-Aliran Islam dan Ciri-Ciri Ajarannya,
Drs. Muhammad Sufyan Raji Abdullah, Lc

Ahmadiyah al-Qadiyan
Ahmadiyah al-Qadiyan adalah suatu aliran yang bertendensi Islam yang bernaung
di bawah seorang pemimpin yang mengaku menjadi nabi, yang tercetus pertama kali
dari negeri India.
Dr. Muhammad Iqbal, penyair terkenal dan sedaerah dengan pendiri aliran
Ahmadiyah al-Qadiyan, mengatakan, "Qadianisme suatu organisasi yang berusaha
untuk menciptakan golongan baru berdasarkan kenabian untuk menyaingi kenabian
Muhammad saw."

Aliran Ahmadiyah al-Qadiyan didirikan oleh Mirza Ghulam pada tanggal 23 Maret
1889 M di sebuah kota yang bernama Ludhiana di Punjab, India.

Pendiri Jemaat Ahmadiyah adalah salah seorang penulis buku yang produktif, yang
dilahirkan pada tanggal 15 Februari 1935 M di Qadian, Nejed, India pada akhir
kekuasaan pemerintahan Sikh.

Pengikut Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan menyejajarkan imamnya yang mengaku sebagai
nabi dengan derajat Nabi isa a.s., musa a.s., dan Nabi dawud a.s.

Mirza Ghulam Ahmad meninggal pada jam 10.30 tanggal 26 Mei 1908 M akibat
teserang penyakit kolera. (Mirza Basyaruddin, Tuhfad Shad Zada, hlm. 34).

Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan masuk ke Indonesia pada tahun 1935 M, dan saat ini
telah tersebar ke berbagai daerah di wilayah Republik Indonesia, bahkan telah
mempunyai sekitar 300 cabang, terutama di Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah,
Sumatra Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB, dll.

Saat ini Jamaah Ahmadiyah al-Qadiyan berpusat di Parung, Bogor, Jawa Barat,
dengan gedung yang megah dan dilengkapi dengan peralatan yang canggih, serta
perumahan seluas sekitar 15 hektar yang terletak di pinggir jalan raya Jakarta
Bogor lewat Parung.
Sumber Hukum Aliran Ahmadiyah al-Qadiyan

Aliran ini mengakui dirinya bersumber dari:
1. Alquranul Karim.
2. At-Tazkhirah, yaitu sebuah buku yang memuat sajak-sajak buatan Mirza Ghulam
Ahmad yang diyakini oleh para pengikutnya sebagai Alquran atau kitab suci yang
diterima Mirza Ghulam Ahmad dari Allah SWT. Karena, Mirza ghulam Ahmad mengaku
menerima wahyu dari Allah SWT.
3. Hadis Nabi saw.
4. Hadis buatan Mirza Ghulam Ahmad. Kitab hadis ini berisi petunjuk-petunjuk,
hokum-hukum, perintah-perintah, dan larangan-larangan, halal, haram, dll. yang
semuanya adalah perkatan Mirza Ghulam Ahmad, namun mereka meyakininya sebagai
hadis.
5. Petunjuk Huzur, yaitu petunjuk Khalifah Ahmadiyah al-Qadiyan.

Jumlah Kibat Suci menurut Ahmadiyah al-Qadiyan
Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan meyakini bahwa kitab suci yang Allah turunkan ke
dunia kepada para nabi dan rasul-Nya ada lima.
1. Kitab Taurat, diturunkan kepada Nabi Musa.
2. Kitab Zabur, diturunkan kepada Nabi Dawud.
3. Kitab Injil, diturunkan kepada nabi Isa.
4. Kitab Alquran, diturunkan kepada nabi Muhammad saw.
5. Kitab At-Tazkirah, diturunkan kepada Mirza Ghulam Ahmad.

Anggapan Ahmadiyah al-Qadiyan ini tentunya menyalahi akidah Islam, yang Allah
hanya menurunkan empat buah kitab suci selain suhuf kepada para nabi dan
rasul-Nya, yaitu sebagai berikut.
1. Kitab Taurat, diturunkan kepada Nabi Musa a.s.
2. Kitab Zabur, diturunkan kepada Nabi Dawud a.s.
3. Kitab Injil, diturunkan kepada nabi Isa a.s.
4. Kitab Alquran, diturunkan kepada nabi Muhammad saw.

Dan, perlu diketahui bahwa kitab At-Tadzkirah yang diyakini oleh Jemaat
Ahmadiyah al-Qadiyan sebagai kitab suci itu hanyalah kumpulan sajak-sajak
buatan Mirza Ghulam Ahmad yang mencampuradukan dengan ayat-ayat suci Alquran.
Mirza Ghulam Ahmad telah membajak sejumlah ayat-ayat Alquran yang kemudian
disesuaikan dengan alirannya dan dimasukkan dalam sajak-sajaknya, namun lucunya
kumpulan sajak itu dikatakan kitab suci.

Jumlah Nabi dan Rasul menurut Ahmadiyah al-Qadiyan
Jumlah nabi dan rasul yang wajib diimani dan diyakini oleh aliran ini adalah 26
nabi. Adapun menurut ajaran Islam yang benar, jumlah nabi dan rasul yang wajib
diimani adalah sebanyak 25, sebab setelah Nabi Muhammad saw. sudah tidak ada
lagi nabi sesudahnya. Beliau adalah penutup para nabi dan rasul. Akan tetapi,
aliran Ahmadiyah al-Qadiyan ini meyakini ada satu lagi rasul yang wajib
diimani, yaitu Mirza Ghulam Ahmad.

Nama-Nama Bulan menurut Ahmadiyah al-Qadiyan
Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan membuat nama-nama bulan sendiri yang berbeda dengan
nama-nama bulan yang telah ditetapkan oleh Islam. Nama-nama bulan versi
Ahmadiyah al-Qadiyan adalah sebagai berikut.
1. Suluh
2. Tabligh
3. Aman
4. Shahadah
5. Hijrah
6. Ihsan
7. Wafa'
8. Dhuhur
9. Tabuk
10. Ikha'
11. Nubuwwah
12. Fattah

Adapun nama-nama bulan yang ditetapkan oleh Islam adalah sebagai berikut.
1. Muharram (Muharam)
2. Shafar (Sapar)
3. Rabi'ul Awwal (Rabiulawal)
4. Rabi'ul Akhir (Rabiulakhir)
5. Jumadil Awwal (Jumadilawal)
6. Jumadil Akhir (Jumadilakhir)
7. Rajab (Rajab)
8. Sya'ban (Syaban)
9. Ramadhan (Ramadan)
10. Syawwal (Syawal)
11. Dzulqaidah (Zulkaidah)
12. Dzulhijjah (Zulhijah)

Tanah Suci menurut Ahmadiyah al-Qadiyan
Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan berkeyakinan bahwa tanah suci dan tempat menunaikan
ibadah haji, selain di Mekah (Kakbah), juga di Rabwah dan Qadian India. Mereka
meyakini bahwa Qadian di India adalah tempat suci selain Makkah al-mukarramah
dan Madinah al-munawarrah, karena menurutnya Allah SWT telah memilih tempat
tersebut untuk menurunkan wahyu-wahyu-nya yang diturunkan kepada Mirza Ghulam
Ahmad, sebagaimana disebutkan dalam wahyu versi Mirza Ghulam Ahmad,
"Sesungguhnya telah kami turunkan kitab suci (Tadzkirah) di Qadian dan dengan
kebenaran kami telah menurunkannya dan dengan kebenaran kami telah turunkan."
(Haqiqatu al-Wahyu, hlm. 8).

Mirza Ghulam Ahmad mengatakan, "Ibadah haji ke Mekah tanpa haji ke Qadian
adalah haji yang kering lagi hampa, karena haji ke Mekah sekarang tidak
menjalankan misinya dan tidak menjalankan kewajibannya." (Badan Penelitian dan
Pengembangan Agama Depag RI, 1985, hlm. 19--20).

Kenabian menurut Ahmadiyah al-Qadiyan
Ahmadiyah al-Qadiyan meyakini bahwa kebaniab masih terus berlanjut tanpa akhir
dan terputus hingga hari kiamat. Ahmadiyah sangat tidak setuju dengan firman
Allah SWT yang tercantum di dalam Alquran yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad
saw. adalah penutup para nabi dan rasul.

Ahmadiyah al-Qadiyan mengartikan lafaz khatam pada surah Al-Ahzab ayat 40
sebagai "cincin", dan bukan "penutup. Maka, arti ayat tersebut menjadi "Namun
Muhammad adalh cincin para nabi." Ini adalah arti yang menyimpang dari
pemahaman yang benar, ditinjau dari segi apa pun.

Ahmadiyah al-Qadiyan Membajak Alquran
Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku sebagai nabi yang ke-26 dan mengaku menerima
wahyu dari Allah SWT telah memalsukan sejumlah ayat Alquran. Sedikitnya
terdapat 339 ayat Alquran yang dipalsukan olehnya. Mirza Ghulam Ahmad
memalsukan ayat-ayat tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sajak-sajak
buatannya, yang dikatakannya sebagai wahyu yang diturunkan dari Allah
kepadanya, para pengikutnya juga tertipu dan meyakininya tanpa mengecek
kebenarannya. Pemalsuan yang dilakukannya terhadap beberapa ayat Alquran tidak
lain agar orang-orang mempercayainya. Dengan susunan yang sama seperti
ayat-ayat Alquran (padahal isinya telah dibelokkan), orang yang masih bodoh
dalam agama pasti mempercayainya. Ini adalah taktik pengelabuhan.

Di antara ayat-ayat Alquran yang dipalsukan oleh Mirza Ghulam Ahmad adalah
sebagai berikut.
1. Surah Al-Baqarah: 11, 13, 20, 30, 35, 61, 106, 114, 120, 125, 214.
2. Surah Ali Imran: 3, 31, 37, 55, 123, 139, 140, 179.
3. Surah An-Nisa': 79, 82.
4. Surah Al-Maidah: 20, 56, 83.
5. Surah Al-An'am: 9, 14, 30, 34, 45, 55, 57, 91, 115, 135.
6. Surah Al-a'raf: 37, 113, 177, 178.
7. Surah Al-Anfal: 17, 30, 33, 36.
8. Surah At-Taubah: 32 dan 36.
9. Surah Yunus: 2 dan 16.
10. Surah Hud: 35.
11. Surah Yusuf: 39, 87, 91, 94, 97, 101.
12. Surah Ar-Ra'd: 11 dan 114.
13. Surah Al-Hijr: 95.
14. Surah An-Nahl: 128.
15. Surah Al-Isra': 1, 8, 36, 81, 96, 105, 110.
16. Surah Al-Kahfi: 110.
17. Surah Maryam: 34 dan 52.
18. Surah Thaha: 1 dan 131.
19. Surah Al-Ambiya': 3, 30, 36, 107.
20. Surah Al-Haj: 27.
21. Surah Al-Mu'minun: 27 dan 36.
22. Surah An-Nuur: 20.
23. Surah Asy-Syu'ara: 3, 222.
24. Surah An-Naml: 10.
25. Surah Al-Qashash: 6, 38.
26. Surah Al-Ankabut: 1.
27. Surah Al-Ahzab: 46.
28. Surah saba': 10.
29. Surah Yasin: 1, 3, 4, 6, 36, 58, 59, 83.
30. Surah Az-Zumar: 36, 37.
31. Surah Fush-Shilat: 31, 53.
32. Surah Fath: 1, 2, 3, 10.
33. Surah Adz-Dzariyat: 14.
34. Surah At-Thuur: 48.
35. Surah Al-Qamar: 44.
36. Surah Ar-Rahman: 2, 26.
37. Surah Al-Waqi'ah: 13, 79.
38. Surah Shaf: 8.
39. Surah Al-Qalam: 2.
40. Surah Al-Muzammil: 15.
41. Surah Al-Muddatsir: 25.
42. Surah Al-Bayyinah: 1.
43. Surah Az-Zilzalah: 1--3.
44. Surah An-Nashr dan Al-Lahab: 1. (Haqiqatu al-Wahyu, hlm. 70--108).

Sumber: Diadaptasi dari Mengenal Aliran-Aliran Islam dan Ciri-Ciri Ajarannya,
Drs. Muhammad Sufyan Raji Abdullah, Lc.

WWWWW

MEMBONGKAR KESESATAN AHMADIYAH

QADIYANISME
Tarif
Qadiyanisme adalah sebuah gerakan yang muncul pada tahun 1900 M, yang dibidani oleh penjajah Inggris di benua India dengan tujuan merusak dan
menjatuhkan umat Islam dari segi ajarannya sendiri, khususnya dari segi JIHAD, sehingga mereka tidak menghadapi penjajah dengan mengatasnamakan Islam. Corong gerakan ini adalah majalah Religion yang diterbitkan dalam
bahasa Inggris.
Sejarah Berdiri dan Tokoh-tokohnya.
Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiyani (1839-1908) M, adalah pelaksana utama bagi terwujudnya Qadiyanisme. Tokoh ini mempunyai kaitan erat dengan sebuah keluarga yang terkenal sebagai pengkhianat terhadap agama dan negara.
Tokoh ini dikenal dikalangan para pengikutnya dengan perawakan kerempeng, sering sakit-sakitan, dan pecandu narkotik. Mirza Ghulam Ahmad menulis buku lebih dari 50 judul, brosur-brosur, dan makalah-makalah. Diantara bukunya yang terpenting ialah Izalatul Auham (menghilangkan prasangka), ijaz Ahmady
(mujizat Ahmadiyah), Barahin Ahmadiyah (bukti-bukti Ahmadiyah), Anwarul Islam (cahaya Islam), ijazul Masih (mujizat Almasih), At-tabligh (tabligh), dan Tajaliyat Ilahiyah (bukti-bukti ketuhanan).
Para Khalifah dan Tokoh Qadiyanisme- Nuruddin: orang-orang Inggris meletakkan
mahkota khilafah di atas kepalanya, kemudian diikuti oleh para pendukungnya. Diantara karya tulisnya ialah Fashlul Khitab. Dialah khalifah pertama.
- Muhammad Ali (bukan petinju dunia itu lho): Amir Qadiyanisme Lahore. Tokoh ini menjadi otak Qadiyanisme dan mata-mata penjajah, yang bekerja pada sebuah majalah propaganda Qadiyanisme. Ia telah mengeluarkan sebuah terjemahan Al-Quran yang diselewengkan dalam bahasa Inggris. Diantara karya-karya tulisnya ialah: Haqiqatul Ikhtilaf (hakikat perselisihan), dan Annubuwah fil Islam (kenabian dalam Islam).- Muhammad Shadiq: Mufti Qadiyanisme. Karangannya antara lain: Khadimu Khatamun Nabiyyin (khadam nabi terakhir).
- Basyir Ahmad bin Ghulam. Diantara karya-karyanya ialah: Siratul Mahdi (sejarah hidup almahdi), dan kalimatul fashl (kata pemisah).
- Muhammad Ahmad bin Ghulam sebagai khalifah ke dua. Diantara karya-karya tulisannya ialah: Anwarul Khilafah (cahaya khilafah), tuhfatul muluk (persembahan para raja), dan hakikatun nubuwah (hakikat kenabian).
Pemikiran dan Doktrin-doktrinnya.Diyakininya bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah al-masih yang dijanjikan. Diyakininya bahwa Allah itu berpuasa, shalat, tidur, bangun menulis dan membuat tanda tangan, bersalah dan berkumpul. (Maha Suci Allah dari segala sifat-sifat seperti itu).
Seorang penganut Qadiyani berkeyakinan bahwa tuhannya adalah orang inggris, sebab ia mengajaknya berbicara dengan bahasa inggris. Qadiyanisme yakin bahwa kenabian tidak berakhir pada nabi Muhammad saw, tetapi masih tetap
berlangsung. Allah mengutus rasul sesuai dengan kebutuhan. Dan Ghulam Ahmad adalah nabi yang paling mulia dari semua nabi.
Diyakininya bahwa jibril as, turun kepada ghulam ahmad, memberi wahyu dan ilham kepadanya seperti Al-Quran. Dikatakannya bahwa tidak ada Al-Quran kecuali yang disampaikan oleh al-Masih yang dijanjikan (yaitu Ghulam Ahmad), dan tidak
ada hadits kecuali yang datang dari ajaran-ajarannya, dan tidak ada nabi kecuali
dibawah naungan Ghulam Ahmad.Diyakininya bahwa mereka adalah penganut
agama yang baru,independen, dengan syariat yang specifik pula, dan diyakininya pula bahwa rekan-rekan Ghulam Ahmad adalah seperti sahabat-sahabat Rasulullah saw.
Diyakininya bahwa Qadiyarn adalah seperti Madinah al Munawwarah dan Mekkah, bahkan lebih mulia daripada kedua kota tersebut. Dan tanah Qadiyan itu adalah tanah haram. Itulah kiblat mereka dan tempat haji mereka. Dihapuskannya aqidah JIHAD, dan mereka taat tanpa reserve kepada pemerintah Inggris.
Sebab menurut mereka pemerintah Inggris itu adalah yang berkuasa berdasarkan nash Al-Quran. Setiap orang Islam menurut mereka adalah kafir sampai mereka masuk kepada Qadiyanisme. Dan yang kawin (memperistri atau bersuami) dengan
orang non Qadiyanisme dianggap kafir. Dihalalkannya khamar, candu, heroin dan minum-minuman keras yang memabukkan.
Akar Pemikiran dan Sifat Ideologinya.
Gerakan westernisasi sir Sayyid Ahmad Khan telah turut membidani lahirnya Qadiyanisme, akibat pemikiran-pemikiran menyeleweng yang dilontarkannya.
Untuk mengeksploitasi kondisi tersebut, maka Inggris membuat sebuah gerakan Qadiyanisme. Untuk memimpin gerakan tersebut, dipilihlah seorang laki-laki dari keturunan yang berpengaruh diantara kaki tangan Inggris.Qadiyanisme mempunyai hubungan yang kuat dengan ISRAEL. Negeri ini telah membuka jalan bagi orang-orang Qadiyani untuk mendirikan markas-markas dan sekolah-sekolah, mendorong mereka untuk mampu membuat sebuah majalah yang menjadi corong
Qadiyanisme, mencetak buku-buku dan brosur-brosur untuk didistribusikan ke seluruh dunia.
Mereka terpengaruh oleh agama Masehi, yahudi, dan gerakan-gerakan kebatinan. Nampak jelas sekali dalam aqidah mereka dan perilaku mereka, meskipun secara lahir mereka mengaku Islam.Tempa Tersiar dan Kawasan Pengaruhnya.
Orang-orang qadiyani sekarang ini sebagian besar hidup di India dan Pakistan. Dan sebagian kecil dari mereka ada yang hidup di Israel dan dunia Arab. Dengan bantuan penjajah, mereka berupaya menduduki pusat-pusat yang sensitif di setiap negeri dimana saja mereka menetap.
Membongkar Kesesatan Dan Kedustaan Ahmadiyah
1.Aliran Ahmadiyah-Qadiyani itu berkeyakinan
bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi dan Rasul, kemudian barang siapa yang tidak mempercayainya adalah kafir murtad
2.Ahmadiyah-Qadiyani memang mempunyai Nabi dan Rasul sendiri yaitu Mirza Ghulam Ahmad dari India
3.Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci “Tadzkirah”
4.Kitab suci”Tadzkirah” tersebut adalah kumpulan wahyu yang diturunkan “tuhan” kepada Mirza Ghulam Ahmad yang kesuciannya sama dengan kitab suci Al-Qur’an, karena sama-sama wahyu dari Tuhan, tebalnya lebih tebal dari Al-Qur’an, dan kitab suci Ahmadiyah tersebut ada di kantor LPPI
5.Kalangan Ahmadiyah mempunyai tempat suci tersendiri untuk melakukan ibadah haji yaitu Rabwah dan Qadiyan di India. Mereka mengatakan:”Alangkah celakanya orang yang telah melarang dirinya bersenang-senang dalam haji akbar ke Qadiyan. Haji ke Makkah tanpa haji ke Qadiyan adalah haji yang kering lagi kasar”. Dan selama hidupnya “nabi” Mirza tidak pernah haji ke Makkah
6.Kalau dalam keyakinan umat Islam para nabi dan rasul yang wajib dipercayai hanya 25 orang, dalam ajaran Ahmadiyah Nabi dan Rasul yang wajib dipercayai harus 26 orang, dan Nabi dan Rasul yang ke-26 tersebut adalah “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”
7.Dalam ajaran Islam, kitab samawi yang dipercayai ada 4 buah yaitu:
Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Tetapi bagi ajaran Ahmadiyah Qadiyan bahwa kitab suci yang wajib dipercayai harus 5 buah dan kitab suci yang ke-5 adalah kitab suci “Tadzkirah” yang diturunkan kepada “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”
8.Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun
sendiri. Nama bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4. Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10. Ikha’ 11. Nubuwah 12. Fatah. Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasa mereka singkat dengan H.S. Dan tahun Ahmadiyah saat ini adalah tahun 1373 H.S (1994 M atau 1414 H). Kewajiban menggunakan tanggal, bulan dan tahun Ahmadiyah tersendiri tersebut di atas perintah khalifah Ahmadiyah yang kedua yaitu Basyiruddin Mahmud Ahmad
9.Berdasarkan firman “tuhan” yang diterima oleh “nabi” dan “rasul” Ahmadiyah yang terdapat dalam kitab suci “Tadzkirah” yang artinya:”Dialah tuhan yang mengutus rasulnya “Mirza Ghulam Ahmad” dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya atas
segala agama-agama semuanya.(”kitab suci Tadzkirah” hal. 621)Berdasarkan keterangan yang ada dalam kitab suci Ahmadiyah di atas
BAHWA AHMADIYAH BUKAN SUATU ALIRAN DALAM ISLAM, TETAPI MERUPAKAN SUATU AGAMA YANG HARUS DIMENANGKAN TERHADAP SEMUA AGAMA-AGAMA LAINNYATERMASUK AGAMA ISLAM
10.Ahmadiyah mempunyai nabi dan rasul sendiri, kitab suci sendiri, tanggal, bulan dan tahun sendiri, tempat untuk haji sendiri serta khalifah sendiri yang sekarang khalifah yang ke-4 yang bermarkas di Inggris bernama: Thahir Ahmad. Semua anggota Ahmafiyah di seluruh dunia wajib tunduk dan taat tanpa reserve pada perintah dia. Orang di luar Ahmadiyah adalah kafir dan wanita Ahmadiyah
haram kawin dengan laki-laki di luar Ahmadiyah. Jika tidak mau menerima Ahmadiyah tentu mengalami kehancuran
11.Berdasarkan “ayat” kitab suci Ahmadiyah “Tadzkirah” bahwa tugas dan fungsi
Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul yang dijelaskan oleh kitab suci umat Islam Al-Qur’an, dibatalkan dan diganti oleh “nabi” orang hmadiyah Mirza Ghulam Ahmad
11.1. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab suci’Tadzkirah” ini dekat dengan Qadiyan-
India. Dan dengan kebenaran Kami Menurunkannya dan dengan kebenaran dia
turun.” “kitab suci” Tadzkirah hal.637)
11.2. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Katakanlah-wahai Mirza Ghulam Ahmad-jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku” “kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
11.3.Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau-wahai Mirza Ghulam Ahmad-kecuali untuk menjadi
Rahmat bagi seluruh alam”. (kitab suci “Tadzkirah” hal. 634)
11.4. Firman “tuhan” dalam kitab suci “Tadzkirah”:
Artinya: “Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad-sesungguhnya aku ini manusia biasa seperi kamu, hanya diberi wahyu kepadaku”.(”kitab suci Tadzkirah hal. 633)
11.5. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu - wahai Mirza Ghulam Ahmad - kebaikan yang banyak” (”kitab suci” Tadzkirah hal.652)
11.6. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan engkau - wahai Mirza Ghulam Ahmad - imam bagi seluruh manusia” (”kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
11.7. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” “Tadzkirah”:
Artinya: “Oh, pemimpin sempurna, engkau - wahai Mirza Ghulam Ahmad - seorang dari rasul, yang menempuh jalan betul, diutus oleh Yang Maha Kuasa, Yang Rahim” (”kitab suci” Tadzkirah hal. 658-659)
11.8. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatul qadr” (kitab suci Tadzkirah hal. 519)
11.9. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar tetapi Allah-lah yang melempar. (Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Qur’an” (”kitab suci” Tadzkirah hal.620)
Dan masih banyak lagi ayat-ayat kitab suci Al-Qur’an yang dibajaknya. Ayat-ayat “kitab suci” Ahmadiyah Tadzkirah yang dikutip di atas, adalah penodaan dan bajakan-bajakan dari kitab suci Umat Islam Al-Qur’an. Dan Mirza Ghulam Ahmad
mengaku pada umatnya -orang Ahmadiyah-bahwa ayat-ayat tersebut adalah wahyu yang dia terima dari “tuhannya” di INDIA.
12. PENODAAN AGAMA DAN HUKUMNYA
12.1 Pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi sbb:
PASAL 56 a: Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:
a. yang pokoknya bersifat permusuhan.
menyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama di Indonesia.
12.2 Surat edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor D/BA.01/3099/84 tanggal 20 September 1984, a.l.:
2. Pengkajian terhadap aliran Ahmadiyah menghasilkan bahwa Ahmadiyah-Qadiyan dianggap menyimpang dari Islam karena mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, sehingga mereka percaya bahwa Nabi Muhammad
saw bukan nabi terakhir.
13.1. Malaysia telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Malaysia sejak tanggal 18 Juni 1975.
13.2. Brunei Darussalam juga telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Brunei Darussalam.
13.3. Rabithah `Alam Islami yang berkedudukan di Makkah telah mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan KELUAR DARI ISLAM.
13.4. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan TIDAK BOLEH pergi haji ke Makkah.
13.5. Pemerintah Pakistan telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah golongan
MINORITAS NON MUSLIM.
14. K E S I M P U L A N
a.”Ahmadiyah sebagai perkumpulan atau jemaat didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di Qadiyan - INDIA (sekarang Pakistan) tahun 1889, yang karena perbedaan pandangan tentang penerus kepemimpinan dalam Ahmadiyah dan ketokohan
pendirinya berkembang dua aliran, yaitu Anjuman Ahmadiyah (Ahmadiyah Qadiyan) dan Anjuman Ishaat Islam Lahore (Ahmadiyah Lahore).Kedua aliran tersebut mengakui kepemimpinan dan mengikuti ajaran serta paham yang bersumber pada ajaran Mirza Ghulam Ahmad.
b. Jemaat Ahmadiyah masuk dan berkembang di Indonesia sejak tahun 1920-an dengan menamakan diri Anjuman Ahmadiyah Qadiyan Departemen Indonesia dan kemudian dinamakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang dikenal dengan Ahmadiyah Qadiyan, dan Gerakan Ahmadiyah Lahore Indonesia (GIA) yang dikenal
dengan Ahmadiyah Lahore.
c. Mirza Ghulam Ahmad mengaku telah menerima wahyu, dan dengan wahyu itu dia diangkat sebagai nabi, rasul, al-Masih Mau`ud dan Imam Mahdi. Ajaran dan faham yang dikembangkan oleh Pengikut Jemaat Ahmadiyah Indonesia khususnya
terdapat penyimpangan dari ajaran Islam berdasarkan Al-Qur`an dan Al-Hadits yang menjadi keyakinan umat Islam umumnya, antara lain tentang kenabian dan kerasulan Mirza Ghulam Ahmad sesudah Rasulullah saw.(BALITBANG DEPAG RI, Jakarta, 1995 hal. 19,20,21)
P E N U T U P
Sebagai penutup brosur ini, kami kutip sebuah ayat Al-Qur`an yang mengancam orang yang mengaku menerima wahyu serta menulis kitab dengan tangannya sendiri, kemudian dikatakannya dari Allah swt dengan dusta yang amat keji seperti yang dilakukan oleh “nabi” Mirza di atas
Allah swt berfirman:
“Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri lalu dikataknnya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud)
untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan
perbuatan itu. Maka kecelakaanlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat dari apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah 79)
Catatan : Apabila PB Ahmadiyah berkeberatan dengan isi brosur ini, alangkah baiknya diselesaikan melalui debat terbuka yang disaksikan oleh Umat.
Sumber:
1. Buletin LPPI. Masjid Al-Ihsan Lt.III Proyek Pasar Rumput Jakarta 12970 Telp/Fax. (021)8281606
2. Al-Mausuah Al-Muyassaroh Fil Adyan Wal Madzahib Al-Muasirah (WAMY)
WWWWW

KESESATAN AHMADIYAH: KETIKA ISTERIMU DIZINAHI

Bagaimana reaksimu kalau istrimu yang kau cintai, yang kau kasihi, yang kau jaga kesuciannya tiba-tiba dinodai kesuciannya? Apakah kau masih berkata, “biarlah orang yang menodai itu satu rumah denganku”. Suami macam mana yang ridho jika istrinya dizinahi orang lain ? Jawaban fitrah lelaki yang murni pastilah “Saya tidak ridho, saya Marah besar !!”.
Demikianlah reaksi umat Islam saat ini, mereka tidak ridho keyakinannya dinodai sebagaimana jika istri mereka dinodai. Pahamilah, bahwa TOLERANSI yang dimaksud tidak bisa dimasukkan dalam konteks ‘zinah’ aqidah ini. Toleransi dapat digunakan antar agama yang berbeda. Umat Islam sangat toleran dengan agama lain akan tetapi sangat tidak menerima jika aqidahnya dicemari.
Jadi bagi Jemaah Ahmadiyah, karena kalian memiliki nabi yang berbeda dan kitab suci yang berbeda janganlah mengaku sebagai bagian dari Islam. Deklarasikan saja sebagai agama baru yaitu agama Ahmadiyah, niscaya umat Islam akan menerima kalian sebagai tetangga lain aqidah dengan ramah.
Bagi umat Islam, BANGGALAH DENGAN KEMURNIAN AQIDAH ISLAM YANG TELAH DIJAMIN KEMURINIANNYA OLEH ALLOH SWT.
Baca juga artikel ini
. Umumnya para ulama di dunia menyatakan bahwa Ahmadiyah itu bukan bagian dari Islam. Sebab doktrin-doktrin yang mereka ajarkan sudah terlalu jauh menyimpang dari aqidah Islam. Diantaranya apa yang telah diedarkan oleh Liga Fiqih Islam (Majma’ Fiqih Islami) tentang sesatnya doktrin Ahmadiyah:
a. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa Allah SWT itu seperti manusia, Dia melakukan puasa, shalat, tidur, bangun, menulis, bersalah bahkan melakukan hubungan seksual (Maha Suci Allah).
b. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa tuhan mereka itu berkebangsaan Inggris, yang berbicara kepada Mirza Ghulam Ahmad dengan bahasa Inggris.
c. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa kenabian itu belum selesai dan masih akan ada nabi terus. Menurut mereka Allah akan mengutus nabi berdasarkan keperluan. Dan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi yang paling utama dan paling agung dibandingkan semua nabi yang pernah ada.
d. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa malaikat Jibril turun kepada Mirza Ghulam Ahmad dan memberinya wahyu. Dan ilham-ilham yang diterima Mirza seperti Al-Qur’an.
e. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa tidak ada Al-Qur’an kecuali yang dibawa oleh Al-Masih yang dijanjikan kedatangannya, yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Tidak ada hadits kecuali apa yang diajarkan Mirza. Dan tidak ada nabi kecuali di bawah wewenangnya.
f. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa kitab suci mereka diturunkan dengan nama ‘Al-Kitab Al-Mubin’, di mana yang dimaksud itu bukan Al-Qur’an.
g. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa mereka adalah pemeluk agama yang baru yang mandiri, dengan syariat yang independen, serta berkeyakinan bahwa kedudukan orang-orang yang menjadi teman Mirza Ghulam Ahmad seperti kedudukan para shahabat kepada Nabi Muhammad SAW.
h. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa kota Qodian itu seperti Mekkah dan Madinah, bahkan kota itu lebih suci dari keduanya. Tanah Qodian adalah tanah suci dan kota itu menjadi kiblat mereka serta kesana pula mereka melakukan ibadah haji.
i. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa bahwa perintah jihad tidak pernah ada serta mereka fanatik buta dengan keinginan penjajah Inggris. Dan bahwa penjajah Inggris adalah tuan mereka berdasarkan nash kitab suci mereka.
j. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa semua pemeluk agama Islam itu kafir, kecuali mereka yang masuk dalam Ahmadiyah. Mereka pun melarang pengikutnya untuk menikah dengan orang lain kecuali dengan sesama pengikut mereka sendiri.
k. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa hukum khamar, opium, narkotika dan benda memabukkan lainnya tidak haram.
l. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah anak tuhan.
2. Siapakah Mirza Ghulan Ahmad?
Dia lahir pada tahun 1839 di India, tepatnya di kampung Qodian, wilayah Punjab. Dan meninggal di usia 69 tahun tepatnya pada tahun 1908. Dia lahir dari sebuah keluarga yang agak kurang baik di mata rakyat India, bahkan dikenal sebagai keluarga pengkhinat bangsa atas penjajahan Inggris. Latar belakang kisah berdirinya paham sesat buatan Mirza ini memang lebih terfokus kepada proses penjajahan Inggris atas India serta tipu daya penjajah itu dalam meredam semangat jihad perlawanan atas penjajahan Inggris.
Inggris ingin memanfaatkan ketokohan Mirza untuk dijadikan salah satu kaki tangan penjajah dalam rangka mengendorkan semangat perlawanan bangsa India muslim dalam mengusir penjajah. Maka diantara doktrin utama saat itu adalah menafikan perintah jihad. Juga mendoktrinkan bahwa tuhan itu adalah orang Inggris dan berfirman dalam bahasa Inggris.
Lalu dengan diback-up oleh beragam fasilitas penjajah, ajakan sesat Mirza ini dianggap efektif untuk meredam jihad. Sehingga pada periode berikutnya, Mirza semakin membabi buta dalam rangka mengobrak-abrik isi aqidah Islam, sebagaimana yang sudah kami sebutkan di atas. Maka dari hanya sekedar meredam jihad, paham sesat Mirza ini berkembang sampai dia mengatakan bahwa dirinya adalah nabi, bahkan nabi yang paling besar. Selanjutnya dia pun pernah menyebutkan bahwa dirinya adalah anak tuhan. Nauzu billahi min zalik.
Tentu saja para ulama di India marah besar terhadap ajaran sesat Mirza. Apalagi kita tahu bahwa India juga gudang para ulama besar dunia. Mereka pun sepakat untuk menyatakan bahwa Mirza dengan segala ajarannya itu sudah bukan muslim lagi alias kafir. Salah seorang ulama India, Syeikh Abul Wafa’ yang juga pemimpin Jamaah Ahlul Hadits pernah mendebatnya, menjatuhkan semua hujjahnya dan membuka kedoknya. Namun ketika Mirza tidak bergeming dari pendirian sesatnya, beliau pun menantangnya bermubahalah (saling berumpah agar Allah menjatuh laknat kepada lawannya). Dan hanya berselang beberapa hari setelah mubahalah itu, Mirza pun meninggal dunia.
3. Salah satu kepastian bahwa ajaran Mirza ini kufur dari Islam adalah ketika mereka mengaku memiliki kiab suci sendiri selain Al-Qur’an yang kita kenal sekarang ini. Mengingkari Al-Qur’an Al-Kariem sebagai satu-satunya kitab suci sudah cukup untuk mengeluarkan seseorang dari pemeluk agama Islam.
4. Mendiamkan saja ajaran sesat seperti ini berarti sama saja mendiamkan kezhaliman dan kemunkaran. Adalah menjadi kewajiban semua umat Islam untuk menghadang laju penyebaran ajaran sesat yang mendompleng agama Islam. Masyarat muslim dan juga non muslim harus mendapatkan informasi sejelas-jelasnya bahwa ajaran ini bukan ajaran Islam, bahkan bila ada seorang muslim yang ikut dan meyakini ajaran seperti ini, dia bisa keluar dari agama Islam.
WWWWW

KESESATAN AHMADIYAH DIUNGKAP DALAM SIDANG HABIB RIZIEQ


Kesesatan Ahmadiyah pun ditegaskan dalam persidangan Ketua Umum Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab, ketika Ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam Amin Djamaluddin memaparkan hasil telaah terhadap kitab Tadzkirah yang selama ini diyakini menjadi kitab suci pengikut Ahmadiyah.
"Buku ini ada 23 jilid tetapi tidak saya bawa semua. Orang yang tidak percaya Mirza adalah babi hutan. Kalau perempuan itu pelacur. Mirza juga mengaku reinkarnasi Muhammad. Dia bilang, Muhammad adalah saya, rasul adalah saya," paparnya disela-sela persidangan, di PN Jakarta Pusat, Kamis (9/10).
Ia mengakui, telah mempelajari buku-buku tentang Ahmadiyah selepas menamatkan Pendidikan Guru Agama di tanah kelahirannya Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB),
Ketika ditanya oleh Tim Kuasa Hukum apakah Ahmadiyah itu termasuk aliran sesat, Amin menyatakan, Ahmadiyah sesat, sebab selain meyakini Muhammad SAW sebagai nabi, mereka juga percaya juga dengan nabi yang asalnya dari India yakni Mirza Ghulam Ahmad.
Sehingga, Ia menegaskan, bahwa apabila ada seseorang yang menyuruh membubarkan Ahmadiyah tidak bersalah dan sah-sah saja. Dirinya pun secara tegas mendukung pembubaran Ahmadiyah.
"Orang yang menyerukan pembubaran Ahmadiyah tidak salah dan itu kewajiban kita. Ahmadiyah jika ingin membuat agama baru silakan asal bukan Islam agar bisa hidup berdampingan," tandasnya.
Senada dengan itu, Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat Aminuddin Yakub mengatakan, Majelis Ulama Indonesia telah menyerukan tiga opsi kepada pengikut Ahmadiyah, yakni kembali ke ajaran Islam yang sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah (ruju' ilal haq), kalau mereka tidak mau berarti telah melakukan penistaan terhadap agama, karena itu MUI minta agar dibubarkan.
Keputusan fatwa MUI yang menyatakan Ahmadiyah sesat, menurutnya, diambil melali forum tertinggi melalui Musyawarah Nasional (Munas) baik fatwa pada tahun 1980 maupun tahun 2005. Pasca dikeluarkan fatwa itu, MUI mendorong para ulama dan mubaligh untuk mensosialisaikan fatwa ini, karena kalau tidak akan mebhayakan umat Islam.
"Imbauan Bubarkan Ahmadiyah yang disuarakan oleh Habib Rizieq telah sejalan dengan fatwa MUI, supaya umat Islam tahu kesesatan Ahmadiyah," ujarnya ketika menjawab pernyataan dari tim penasehat hukum.
Bahkan ketika, Habib Rizieq bertanya apakah Apel Siaga Pembubaran Ahmadiyah yang dilaksanakan pada 20 April bertentangan dengan fatwa MUI, Aminuddin Yakub menyatakan, hal itu sangat sejalan, dengan sosialisasi terhadap fatwa MUI. (novel)
WWWWW

Membongkar kesesatan dan kedustaan Ahmadiyah

Ahmadiyah adalah suatu aliran yang meyakini ada nabi setelah Nabi Muhammad saw, mereka meyakini Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi mereka. Selain itu mereka mempunyai kitab suci yang dikenal dengan nama Tadzkirah sebagaimana umat Islam mempunyai Al-Qur`an. Semoga artikel ini dapat sebagai peringatan akan bahaya aliran sesat ini. Artikel ini dikutip dari Buletin LPPI.
1.Aliran Ahmadiyah-Qadiyani itu berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi dan Rasul, kemudian barangsiapa yang tidak mempercayainya adalah kafir murtad

2.Ahmadiyah-Qadiyani memang mempunyai Nabi dan Rasul sendiri yaitu Mirza Ghulam Ahmad dari India

3.Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci Tadzkirah

4.Kitab suci”Tadzkirah” tersebut adalah kumpulan wahyu yang diturunkan “tuhan” kepada Mirza Ghulam Ahmad yang kesuciannya sama dengan kitab suci Al-Qur’an, karena sama-sama wahyu dari Tuhan, tebalnya lebih tebal dari Al-Qur’an, dan kitab suci Ahmadiyah tersebut ada di kantor LPPI

5.Kalangan Ahmadiyah mempunyai tempat suci tersendiri untuk melakukan ibadah haji yaitu Rabwah dan Qadiyan di India. Mereka mengatakan: “Alangkah celakanya orang yang telah melarang dirinya bersenang-senang dalam haji akbar ke Qadiyan. Haji ke Makkah tanpa haji ke Qadiyan adalah haji yang kering lagi kasar”. Dan selama hidupnya “nabi” Mirza tidak pernah haji ke Makkah

6.Kalau dalam keyakinan umat Islam para nabi dan rasul yang wajib dipercayai hanya 25 orang, dalam ajaran Ahmadiyah Nabi dan Rasul yang wajib dipercayai harus 26 orang, dan Nabi dan Rasul yang ke-26 tersebut adalah “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”

7.Dalam ajaran Islam, kitab samawi yang dipercayai ada 4 buah yaitu: Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Tetapi bagi ajaran Ahmadiyah Qadiyan bahwa kitab suci yang wajib dipercayai harus 5 buah dan kitab suci yang ke-5 adalah kitab suci “Tadzkirah” yang diturunkan kepada “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”

8.Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun sendiri. Nama bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4. Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10. Ikha’ 11. Nubuwah 12. Fatah. Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasa mereka singkat dengan H.S. Dan tahun Ahmadiyah saat ini adalah tahun 1373 H.S (1994 M atau 1414 H). Kewajiban menggunakan tanggal, bulan dan tahun Ahmadiyah tersendiri tersebut di atas perintah khalifah Ahmadiyah yang kedua yaitu Basyiruddin Mahmud Ahmad

9.Berdasarkan firman “tuhan” yang diterima oleh “nabi” dan “rasul” Ahmadiyah yang terdapat dalam kitab suci “Tadzkirah” yang artinya: “Dialah tuhan yang mengutus rasulnya “Mirza Ghulam Ahmad” dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya atas segala agama-agama semuanya.(“kitab suci Tadzkirah” hal. 621)

Berdasarkan keterangan yang ada dalam kitab suci Ahmadiyah di atas BAHWA AHMADIYAH BUKAN SUATU ALIRAN DALAM ISLAM, TETAPI MERUPAKAN SUATU AGAMA YANG HARUS DIMENANGKAN TERHADAP SEMUA AGAMA-AGAMA LAINNYA TERMASUK AGAMA ISLAM

10.Ahmadiyah mempunyai nabi dan rasul sendiri, kitab suci sendiri, tanggal, bulan dan tahun sendiri, tempat untuk haji sendiri serta khalifah sendiri yang sekarang khalifah yang ke-4 yang bermarkas di Inggris bernama: Thahir Ahmad. Semua anggota Ahmafiyah di seluruh dunia wajib tunduk dan taat tanpa reserve pada perintah dia. Orang di luar Ahmadiyah adalah kafir dan wanita Ahmadiyah haram kawin dengan laki-laki di luar Ahmadiyah. Jika tidak mau menerima Ahmadiyah tentu mengalami kehancuran

11.Berdasarkan “ayat” kitab suci Ahmadiyah “Tadzkirah” bahwa tugas dan fungsi Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul yang dijelaskan oleh kitab suci umat Islam Al-Qur’an, dibatalkan dan diganti oleh “nabi” orang Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad

11.1. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab suci’Tadzkirah” ini dekat dengan Qadiyan-India. Dan dengan kebenaran Kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun.” (“kitab suci” Tadzkirah hal.637)
11.2. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: ”Katakanlah-wahai Mirza Ghulam Ahmad-jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku”
(“kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
11.3.Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah
Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau-wahai Mirza Ghulam Ahmad-kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam”. (kitab suci “Tadzkirah” hal. 634)
11.4. Firman “tuhan” dalam kitab suci “Tadzkirah”:
Artinya: “Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad-sesungguhnya aku ini manusia biasa seperi kamu, hanya diberi wahyu kepadaku”.(“kitab suci Tadzkirah hal. 633)
11.5. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu - wahai Mirza Ghulam Ahmad - kebaikan yang banyak” (“kitab suci” Tadzkirah hal.652)
11.6. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan engkau - wahai Mirza Ghulam Ahmad - imam bagi seluruh manusia” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
11.7. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” “Tadzkirah”:
Artinya: “Oh, pemimpin sempurna, engkau - wahai Mirza Ghulam Ahmad - seorang dari rasul, yang menempuh jalan betul, diutus oleh Yang Maha Kuasa, Yang Rahim” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 658-659)
11.8. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatul qadr” (kitab suci Tadzkirah hal. 519)
11.9. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar tetapi Allah-lah yang melempar. (Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Qur’an” (“kitab suci” Tadzkirah hal.620)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat kitab suci Al-Qur’an yang dibajaknya. Ayat-ayat “kitab suci” Ahmadiyah Tadzkirah yang dikutip di atas, adalah penodaan dan bajakan-bajakan dari kitab suci Umat Islam Al-Qur’an.
Dan Mirza Ghulam Ahmad mengaku pada umatnya -orang Ahmadiyah-bahwa ayat-ayat tersebut adalah wahyu yang dia terima dari “tuhannya” di I N D I A.

12. PENODAAN AGAMA DAN HUKUMNYA

12.1 Pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi sbb: PASAL 56 a:
Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pokoknya bersifat permusuhan. Penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama di Indonesia.

12.2 Surat edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor D/BA.01/3099/84 tanggal 20 September 1984, a.l.:
2. Pengkajian terhadap aliran Ahmadiyah menghasilkan bahwa Ahmadiyah-Qadiyan dianggap menyimpang dari Islam karena mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, sehingga mereka percaya bahwa Nabi Muhammad saw bukan nabi terakhir.

13.1. Malaysia telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Malaysia sejak tanggal 18 Juni 1975.

13.2. Brunei Darussalam juga telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Brunei Darussalam.

13.3. Rabithah `Alam Islami yang berkedudukan di Makkah telah mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan KELUAR DARI ISLAM.

13.4. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan TIDAK BOLEH pergi haji ke Makkah.

13.5. Pemerintah Pakistan telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah golongan MINORITAS NON MUSLIM.

14. K E S I M P U L A N

a.Ahmadiyah sebagai perkumpulan atau jemaat didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di Qadiyan - I N D I A (sekarang Pakistan) tahun 1889, yang karena perbedaan pandangan tentang penerus kepemimpinan dalam Ahmadiyah dan ketokohan pendirinya berkembang dua aliran, yaitu Anjuman Ahmadiyah (Ahmadiyah Qadiyan) dan Anjuman Ishaat Islam Lahore (Ahmadiyah Lahore).Kedua aliran tersebut mengakui kepemimpinan dan mengikuti ajaran serta paham yang bersumber pada ajaran Mirza Ghulam Ahmad.

b.Jemaat Ahmadiyah masuk dan berkembang di Indonesia sejak tahun 1920-an dengan menamakan diri Anjuman Ahmadiyah Qadiyan Departemen Indonesia dan kemudian dinamakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang dikenal dengan Ahmadiyah Qadiyan, dan Gerakan Ahmadiyah Lahore Indonesia (GIA) yang dikenal dengan Ahmadiyah Lahore.

c.Mirza Ghulam Ahmad mengaku telah menerima wahyu, dan dengan wahyu itu dia diangkat sebagai nabi, rasul, al-Masih Mau`ud dan Imam Mahdi. Ajaran dan faham yang dikembangkan oleh pengikut Jemaat Ahmadiyah Indonesia khususnya terdapat penyimpangan dari ajaran Islam berdasarkan Al-Qur`an dan Al-Hadits yang menjadi keyakinan umat Islam umumnya, antara lain tentang kenabian dan kerasulan Mirza Ghulam Ahmad sesudah Rasulullah saw.(BALITBANG DEPAG RI, Jakarta, 1995 hal. 19, 20,21)

P E N U T U P

Sebagai penutup brosur ini, kami kutip sebuah ayat Al-Qur`an yang mengancam orang yang mengaku menerima wahyu serta menulis kitab dengan tangannya sendiri, kemudian dikatakannya dari Allah swt dengan dusta yang amat keji seperti yang dilakukan oleh nabi Mirza di atas.
Allah swt berfirman:
Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri lalu dikataknnya: Ini dari Allah, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaanlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat dari apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah 79)

Cat: Apabila PB Ahmadiyah berkeberatan dengan isi brosur ini, alangkah baiknya diselesaikan melalui debat terbuka yang disaksikan oleh umat.

Sumber: Buletin LPPI. Masjid Al-Ihsan Lt.III Proyek Pasar Rumput Jakarta 12970 Telp/Fax. (021)8281606
WWWWW

KESESATAN AHMADIYAH

AHMADIYAH

Ahmadiyah adalah sebuah ajaran yang telah menyimpang dari ajaran agama Islam dengan keyakinan bahwa Mirza ghulam Ahmad, pendiri ajaran tersebut diakui oleh pengikutnya sebagai nabi yang mendapat wahyu dan mempunyai kitab suci. Ajaran Ahmadiyah ini bermula di India dan dikenal dengan nama Ahmadiyah Qadiani, kemudian berkembang di negeri Pakistan dengan nama Ahmadiyah Lahore, dan setelah dijadikan aliran terlarang di Pakistan , maka pusat kedudukannya pindah ke kota London. Pendiri ajaran adalah Mirza Ghulam Ahmad, dan setelah meninggal digantikan oleh Khalifah Nuruddin, dan meninggal tahun 1914 jatuh dari kuda, kemudian digantikan oleh Khalifah III yaitu Mirza bashiruddin mahmood, anak tertua dari Mirza Ghulam Ahmad, dan setelah meninggal digantikan oleh Khalifah IV Tahir Ahmad sampai saat ini.

Riwayat hidup Mirza Ghulam Ahmad.

Nama Ahmadiyah diambil dari nama pendirinya yaitu Mirza ghulam Ahmad. Dilahirkan pada tahun 1839 di desa Qadian, India. Ayahnya Mirza ghulam Murtada adalah keturunan Moghul, tetapi keturunan ini dinafikan oleh Mirza Ghulam Ahmad dengan wahyu yang diterimanya dari Tuhan : “ Harus diingat bahwa keluarga kami yang sederhana ini berasal dari Moghul. Tak ada catatan sejarah dalam keluarga kami yang menunjukkan bahwa keluarga kami berasal dari Persia. Apa yang kami lihat dalam catatan kami bahwa nenek moyang kami berasal dari keluarga Sayid yang terkemuka.Sekarang sudah mulai diketahui melalui kata-kata Tuhan bahwa kami adalah kjeluarga Persia.( Mirza Ghulam Ahmad, Kitab Arbain, vol.2 hal.17 ).

Semasa kecil dia selalu terkena penyakin sawan, sakit kepala, insomania. Dia selalu dalam keadaan bingung, bahkan dia tidak tahu bagaimana caranya memutar arloji dan bagaimana membaca jam, sehingga dia selalu menghitung angka jam dari satu persatu. Dia juga sewaktu kecil sering kesulitan membedakan mana sepatu sebelah kiri dan sebelah kanan. ( Sirat al mahdi vol.1 hal.67 ).

Pada waktu kecil dia belajar Tatabahasa Inggeris , ilmu Logika dan Filsafat dibawah Mulwi Fazl Ilahi, Mulwi Fazl Ahmafd, dan Mulwi Gul Ali Shah. Dia juga belajar kedokteran dengan ayahnya sendiri, sebab ayahnya adalah seorang dokter yang berpengalaman. Setelah dewasa Mirza Ghulam Ahmad bekerja menjadi wakil komisaris Sialkot, tetapi tidak lama kemudian dia kembali ke Qadian mengurusi sawah lahan keluarganya. Disamping itu dia menghabiskan waktunya belajar Quran dan hadis secara otodidak.

Setelah itu dia banyak melakukan latihan spiritual sehingga pernah berpuasa selama enam bulan berturut-turut. Pada tahun 1886 dia melakukan ibadah eksklusif di Hoshiarpur. Namun karena keadaan kesehatannya tidak mengizinkan maka dia menghentikan kegiatannya sebagaimana suratnya kepada sahabatnya Nuruddin : ” Sekarang ini kesehatanku sudah tidak mampu lagi untuk menjalani penggembelengan spiritual yang begitu ketat seperti meditasi dan bentuk ibadah yang keras ataupun sekedar merenung, menyebabkan aku merasa sakit ” ( Maktubat Ahmabiyah, vol.5, hal.103).

Dari pembela menjadi Mujadid, Pembaharu.

Mirza Ghulam Ahmad banyak menulis. Pada tahun 1879 Mirza Ghulam Ahmad menulis buku Barahin Ahmadiyah yang menyatakan kebenaran ajaran agama islam, ketuhanan dan kenabian Muhammad dibandingkan dengan ajaran kristen yang sedang masuk ke India. Dari tulisan inilah dia merasa bahwa dia telah ditunjuk oleh Tuhan untuk membela Islam sebagaimana katanya : ” Hamba yang sederhana ini telah ditunjuk Tuhan yang Maha Mulia untuk berjuang melakukan pembenahan umat manusia dan menuntun orang yang sesat ke jalan yang lurus ”. Pembelaan kepada islam ini membuat tulisannya mulai diminati masyarakat. Pujian masyarakat terhadap tulisan inilah yang mendukung dirinya mengaku sebagai mujadid, pembaharu agama.Dalam sirat mahdi dinyatakan : ” Sebelum menulis Barahin, Mirza menempuh hidup tanpa seorangpun tahu, dan dalam penyenderian ini dia menjalani kehidupan seorang darwish (sufi ). Dahulu dia mulai dikenal karena jumlah artikel yang ditulis di beberapa surat kabar, namun sangat kecil. Sebenarnya, beberapa pernyataan Barahin Ahmadiyah telah melejitkan namanya di India di kalngan kaum terpelajar dan akademisi ” ( Sirat al mahdi vol.1, hal. 103 ).

Dari pembaharu menjadi al masih.

Dalam kitab karyanya Fathul islam Mirza menulis : “ Disamping kesamaan dengan para pendahulu yang mulia, ada sebuah kesamaan yang khusus dengan sifat al masih alaihissalam dan karena kesamaan inilah saya yang rendah ini telah diutus setelah al masih untuk meruntuhkan penyaliban. Dengan demikian saya telah diutus untuk menghancurkan salib-salib dan membunuh babi. Saya turun dari langit didampingi oleh para malaikat di sebelah kanan dan kiri saya “ ( Fath islam, hal. 6-7 ).

Dari al masih menjadi nabi.

Dalam kitab Tuhfatut an nadwah Mirza Ghulam Ahmad berkata : “ Seperti yang aku katakan berkali-kali bahwa apa yang aku bacakan kepadamu adalah benar-benar kalam Allah, sebagaimana al Quran dan taurat adalah kalam Allah, dan bahwa aku adalah seorang nabi “Dzilli “ ( nabi mendapat wahyu dan syariat ) dan “Buruzi”.( nabi yang tidak membawa syariat ) Dan setiap muslim harus mematuhiku dalam masalah-masalah agama. Siapa saja yang mengetahui kabarku tentang diriku, tetapi tidak menjadikanku hakim dalam memutuskan masalahnya, ataupun tidak mengakuiku sebagai al masih yang dijanjikan, ataupun tidak mengakui wahyu yang aku terima dari Tuhan, maka dia akan mendapat azab di akhirat kelak karena dia telah menolak apa yang seharusnya dia terima. ( Tuhfat an Nadwah hal. 4 ).

Dalam kitab haqiqatul Wahyi, Mirza Ghulam Ahmad menyatakan : “ Jadi ketahuilah wahai umat Muhammad, bahwa akulah satu-satunya yang telah menerima sebagian besar wahyu daripada Allah taala dan juga menerima pengetahuan tentang alam ghaib. Tak seorangpun dari orang suci sebelumku yang diberi karunia besar seperti ini. Atas dasar ini, aku telah dipilih sebagai seorang nabi dan tidak akan ada lagi yang berhak menyandang gelar ini “ ( Haqiqatul Wahyi, hal. 391 ). Pengakuan ini juga terdapat dalam Akhbar 'Am terbitan 26 Mei 1908 "Saya Nabi menurut hukum Allah. Seandainya saya mengingkarinya, tentunya saya berdosa. Ketika Allah menamai saya Nabi, bagaimana saya bisa mengingkarinya. Saya akan mengikuti akidah ini sampai saya berpindah dari dunia ini."

Menurut Mirza, pengutusan Nabi oleh Allah terus berlangsung sesudah Nabi Muhammad tanpa batas waktu. Dalam bukunya, Mawahibur Rahman halaman 37, Mirza berkata, "Tidak ada halangan bagi munculnya para nabi sesudahnya (Muhammad) dengan syarat bahwa ada mereka dari umatnya dan pengikutnya yang paling sempurna yang mereka memperoleh emanasi seluruhnya dari ruhanianya mereka cerah dengan cahayanya."

Mirza Ghulam Ahmad mengaku menerima wahyu yang martabatnya sama dengan AQur'an, Injil, dan Taurat. Dalam bukunya Haqiqatul Wahyi dinyatakan ,"Demi Allah yang Maha Mulia, saya beriman kepada wahyu saya sebagaimana saya beriman kepada Al-Qur'an dan kitab-kitab lain yang diturunkan dari langit. Dan saya beriman kepada kalam yang turun kepada saya turun dari Allah sebagaimana saya beriman bahwa Al-Qur'an turun dari sisi-Nya." ( Haqiqatul Wahyi, hal. 211 )

Buku-buku Mirza penuh dengan klaim turun wahyu kepadanya dan persamaan martabatnya dengan martabat Al-Qur'an. Sebagai contoh, dalam kitabnya al-Istifa' halaman 77, "Dan dia berbicara dengan dengan beberapa kalimat yang kami akan sebutkan sedikit pada kesempatan ini dan kami beriman kepadanya sebagaimana kami beriman kepada kitab-kitab Allah Pencipta manusia. Inilah dia." Kemudian Mirza mengemukakan kalimat-kalimat yang diklaimnya sebagai wahyu sepanjang dua puluh tiga halaman, mulai dari halaman 77 sampai 100.

Mempunyai mukjizat

Untuk membuktikan kerasulannya, Mirza menyebutkan dalam bukunya Mawahibur Rahman bahwa ia mempunyai lebih dari seratus ribu mukjizat. Sementara dalam bukunya, Tazkiratusy Syahadatain, halaman 410, ia menyebutkan lebih dari sejuta. Di antara mukjizatnya adalah matinya orang-orang yang memusuhinya dan mengkafirkannya. Sebab,—menurutnya—Allah menguatkan dan menolongnya dengan firman Allah, "Jika engkau marah Aku marah dan setiap kali engkau cinta Aku pun cinta." Wahyu ini disebutkannya dalam Mawahibur Rahman halaman 68.

Meniadakan hukum Jihad.

Dalam kitab Arbain Mirza menulis : “ Jihad sebuah perintah yang berat dalam agama dan secara berangsur telah diperingan oleh Tuhan. Pada zaman nabi Musa ada semacam kekerasan hukum bahkan beriman kepada ajaran Musa tidak bisa menyelamatkannya dari hukuman mati. Bahkan bayi yang masih menyusu pun dibunuh. Kemudian pada zaman Muhammad, membunuh anak-anak, orangtua, dan wanita dilarang. Kemudian untuk bangsa-bangsa tertentu, kalau mereka menolak untuk beriman, maka jizyah diberlakukan terhadap mereka untuk menyelamatkan mereka daripada hukuman mati. Kemudian pada zaman turunnya Isa alMasih ( yaitu zamanku ) kewajiban jihad telah dihapus “. ( Kitab Arbain vol.1V , hal. 15 ).

Merubah ayat Al Quran.

Mirza Ghulam Ahmad juga merubah-rubah makna ayat Al Quran daripada yang makna sebenarnya, seperti :

Dalam Maktub Ahmad, halaman 8 tertulis bahwa allah telah berfirman : “ Ishna'il fulka bi A'yunina wa Wahyina, innalazi yubayi'unaka innama yubayi'unallah Yadullahi fauqa Aidihim (Buatlah perahu dengan pemeliharaan dan wahyu kami. Sesungguhnya, orang-orang yang membaiatmu hanya saja mereka membaiat Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka). Wa ma Arsalnaka illa Rahmatan lil'alami (Dan tidak Kami utus engkau (Mirza) kecuali menjadi rahmat bagi seluruh alam).

“ Dan kami tidak mengutus engkau –wahai Mirza ghulam Ahmad- kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam “ ( Kitab Tadzkirah, hal.634 ).

“ katakan –wahai Mirza ghulam Ahmad- Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, hanya kamu diberi wahyu daripadaKu “ ( Tadzkirah, 633 ).

“ Sesungguhnya kKami telah menjadikan engkau- wahai Mirza Ghulam Ahmad- sebagai imam bagi seluruh umat manusia “ ( Tadzkirah, hal.630 ).

Kitab suci Tazkirah.

Dalam kitab Tadzkirah, yang diangap oleh pengikut Ahmadiyah sebagai(kitab pegangan utama disebutkan bahwa : "Ïnna anzalnaahu qariiban minal qadiyaan-wabilhaqqi anzalnaahu wabilhaqqi nasal", artinya "Sesungguhnya kami telah menurunkan kitab suci (tadzkirah) ini dekat dengan Qadian (India). Dan dengan kebenaran kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun." ( Kitab Tadzkirah, hal. 637 ).

Pengkafiran selain Ahmadiyah.

Ahmadiyah bahkan menganggap kaum Muslim adalah musuh baginya. Seorang Muslim yang tidak percaya akan da'wah pengakuan Ghulam Ahmad sebagai "nabi" dan "rasul", maka orang Muslim itu dianggap kafir. Dalam Kitab Tadzkirah tertulis; "Sayaquulul 'aduwwu lasta mursalan." (Musuh akan berkata, kamu bukanlah --orang yang-- diutus (oleh Allah). ( KitabTadzkirah, halaman 402).

Basyiruddin, salah satu adik Mirza Ghulam Ahmad, berkisah, " "Di Lucknow, seseorang menemuiku dan bertanya: "Seperti tersiar di kalangan orang ramai, betulkah anda mengafirkan kaum Muslimin yang tidak menganut agama Ahmadiyah?" Kujawab: "Tak syak lagi, kami memang telah mengkafirkan kalian!" Mendengar jawabanku, orang tadi terkejut dan tercengang keheranan." (Anwar Khilafat, hal. 92).

"Barangsiapa mengingkari Ghulam Ahmad sebagai 'nabi' dan 'rasul' Allah, sesungguhnya ia telah kufur kepada nash Quran. Kami mengafirkan kaum Muslimin karena mereka membeda-bedakan para rasul, mempercayai sebagian dan mengingkari sebagian lainnya. Jadi, mereka itu kuffar!" ( Kitab al-Fazal hal. 5, Juni 1922).


"Barangsiapa mengingkari Ghulam Ahmad sebagai 'nabi' dan 'rasul' Allah, sesungguhnya ia telah kufur kepada nash Quran. Kami mengafirkan kaum Muslimin karena mereka membeda-bedakan para rasul, mempercayai sebagian dan mengingkari sebagian lainnya. Jadi, mereka itu kuffar!" ( Kitab al-Fazal, hal . 5 / Juni 1922).
SURAT MUBAHALAH

Diantara ulama yang sangat hebat melawan ajaran dan nenabgkis tulisan-tulisan Mirza Ghulam Ahmad adalah Maulana Tsana’ullah Amritsari, editor majalah Ahlul Hadist. Pada tanggal 15 April 1907 Mirza Ghulam Ahmad mengeluarkan pernyataan yang ditujukan kepada Maulana Tsana’ullah :

Kepada Maulana Sana’ullah.
Salam bagi mereka yang mengikuti petunjuk.

Sepengetahuan saya bahwa anda telah menuduhku sebagai pendusta, penipu, dajjal, dan fasik terutama dalam tulisan anda di majalah “ Ahlul Hadis “. Anda juga menyatakan bahwa dakwaan bahwa diri saya adalah al Masih yang dijanjikan adalah suatu dakwaan yang mengada-ngada. Saya sangat merasa terhina dengan tulisan anda, tetapi saya tetap sabar, sebab saya merasa bahwa sesungguhnya saya telah diperintahkan oleh Allah untuk menyebarkan kebenaran sedangkan anda telah menghalangi manusia daripada seruan saya dengan tuduhan bermacam-macam, sehingga menghina saya, menuduh saya dengan sesuatu yang tidak saya lakukan.

Sekiranya saya adalah seorang pendusta besar sebagaimana yang anda gambarkan dalam tulisan-tulisan di majalah anda, maka saya akan mati di saat anda masih hidup, karena saya tahu bahwa masa hidup seorang pembuat kejahatan dan pendusta tidak akan lama dan pada akhirnya ia akan mati sebagai orang yang gagal dalam keadaanterhina dan sengsara di saat musuh besarnya masih hidup. Namun sekiranya saya bukan pendusta dan penipu tetapi seorang yang mendapat kemuliaan melalui wahyu Tuhan, serta menjadi Imam Mahdi dan al Masih yang dijanjikan, maka saya memohon dengan rahmat Tuhan dan seiring dengan sunatullah, anda tidak akan selamat dari hukuman karena anda menolak kebenaran. Hukuman itu bukan berasal dari tangan manusia tetapi dari tangan Tuhan, yaitu berupa penyakit yang berbahaya seperti terkena wabah penyakit kolera dan lain sebagainya Namun sekiranya penyait itu tidak menimpa anda di saat saya masih hidup, maka saya ini bukan utusan Tuhan.

Inilah pernyataan dari saya bukan suatu wahyu atau ilham, tetapi merupakan doa dan permintaan untuk menyelesaikan persoalan dari Allah. Saya meminta kepadaMu ya Allah Yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui, Maha Melihat, yang mengetahui apa yang ada dalam hati saya. Jika sekiranya dakwaan saya bahwa sesungguhnya saya adalah al Masih yang dijanjikan itu merupakan dakwaan palsu berarti saya dalam pandanganMu adalah perusak, pendusta, dan tukang mengada-ngada siang dan malam, maka saya berdoa kepadaMu ya allah dengan penuh tadaru’ agar Engkau Mencelakakan saya di dalam kehidupan Maulana Sana ullah..Amien.

Tetapi wahai Tuhan Yang Maha Benar, jika seandainya Maulana Sanaullah yang melakukan kesalahan dengan dakwaan yang mengada-ngada tentang kebenaran kedudukan diri saya maka saya memohon kepadaMu Ya Allah agar Engkau mencelakakannya di waktu aku hidup dan kematiannya bukan di tangan manusia tetapi langsung dari tanganMu dengan wabah penyakit atau kolera atau lain sebagainya daripada penyakit yang mematikan, kecuali jika dia menyatakan taubat di depan saya dan di depan jamaah sayaatas sikap tuduhan dan penghinaan terhadap diri saya dan jamaah saya.


Saya merasa sangat sakit dengan penghinaan yang dilakukannya tetapi saya bersabar, sampai saya melihat bahwa penghinaannya sudah melampui batas, dimana dia telah menyatakan diriku adalah pencuri, penyamun, yang manusia yang paling berbahaya bagi penduduk dunia, sedangkan dia (maulana Sana ullah ) menuduh tanpa berdasarkan kepada ilmu sebagaimana firman Allah : Janganlah kamu menyatakan sesuatu tanpa ilmu “

Dan sungguh dia telah menyebarkan tuduhannya itu ke seluruh penjuru yang jauh menyatakan bahwa saya adalah penipu dan pendusta dan lebih buruk daripada itu. Tetapi tuduhan tersebut tidak berpengaruh kepada murid-murid dan jamaah saya sebab kesabaran saya. Tetapi saya melihat bahwa Maulana Sana Ullah ingin menghancurkan bangunan yang telah saya bina. Oleh sebab itu ya allah, saya memohon kepadaMu untuk menentukan antara kami berdua dengan sebeanar-benar ketentuan yang jelas maksudnya jika seandainya diantara kami berdua orang yang berdusta dan merusak maka matikanlah ia di waktu hidup orang yang benar diantara kami atau turunkanlah musibah yang dapat membuat kematian..Wahai Tuhanku yang kucintai lakukanlah ketentuanmu . Amien.

“ Ya Tuhan kami bukakanlah diantara kami dan diantara kaum kami dengan kebenaran dan Engkau sebaik-baik yang membuka kebenaran “

Di akhir tulisan ini, saya mengharap kepada Maulana Sana Ullah untuk menyebarluaskan pernyatan dan doa ini di majalah anda ( Ahlul hadis ) dan anda boleh mmebrikan komentar sesuka anda..Maka sekarang urusan ketentuan ini di tangan Allah.

Pengirim
Abdullah al Samad Mirza Ghulam Ahmad al masih al Mau’ud
1 Rabiul Awwal 1325 vertepatan dengan 15 April 1907.

Demikianlah isi surat dari Mirza Ghulam Ahmad penulis terjemahkan dari buku Maulana Sana Ullah Fas Qadhiyati al Qadhiyan pada halaman 6-8. Setelah pernyataan itu dibuat terbukti dalam sejarah bahwa Mirza Ghulam Ahmad meninggal setahun setelah surat itu ditulis yaitu pada tanggal 26 Mei 1907 sedangkan Maulana sana Ullah meninggal pada tahun 1367/1948, empat puluh tahun setelah surat dibuat. Dengan demikian sesuai dengan pernyataan dan doa Mubahalah dari Mirza Ghulam Ahmad sendiri dapat kita lihat bahwa dakwaan Mirza adalah salah sebab dia akhirnya mati dalam keadaan sakit kolera sebagaimana yang dimintanya dalam doa tersebut.

FATWA RABITHAH ALAM ISLAMIY

Pada tanggal 14 sampai 18 rabiul Awwal, 1394 Hijriyah Organisasi Rabithah Alam Islami ( Persatuan Negara Islam non Pemerintah ) berkedudukan di Makkah al Mukarramah telah mengeluarkan surat keputusan dan rekomendasi untuk Organisasi Konperensi Islam ( Persatuan Pemerintahan Negara-negara Islam ) yang menyatakan sebagai berikut :

Rekomendasi Komisi Aliran – Pemikiran.

Qadiyani ( di Indonesia dikenal dengan nama Ahmadiyah )adalah satu sekte yang amat membahayakan, yang menjadikan Islam sebagai semboyan untuk menutupi maksud-maksud jahat mereka. Hal yang paling menonjol dalam perbedaan paham dengan Islam adalah :
Pemimpinnya mengaku sebagai nabi.
Teks Al Quran diubah-ubah.
Jihad itu tidak ada.

Qadiyani itu adalah anak emas imperalis, Penjajah Inggeris dan ia tidak akan muncul kecuali dengan proteksi imperalisme. Qadiyani mengkhianati masalah-masalah umat Islam dan ia membantu imperalisme dan zionisme, ia bekerja sama dengan kekuatan-kekuatan yang oposisi terhadap Islam, yang berjuang untuk menghancurkan akidah Islam dan memutarbalikkan ajaran islam dengan cara-cara sebagai berikut :
Mendirikan tempat-tempat ibadah dengan biaya dari kekuatan musuh, untuk mengadakan penyesatan dengan konsepsi Qadiyani yang menyeleweng.
Membuka sekolah-sekolah , lembaga-lembaga pendidikan dan panti asuhan anak yatim. Qadiyani menjadikan kegiatan destruktifnya dengan sarana-sarana pendidikan tersebut untuk kepentingan kekuatan yang memusuhi islam. Qadiyani menyiarkan terjemahan yang tidak benar dari Al Quran dalam berbagai bahasa di dunia.

Untuk mengatasi nahaya Qadiyani ( Ahmadiyah ) tersebut maka Muktamar memutuskan bahwa ;

Setiap lembaga Islam melakukan inventarisasi kegiatan Qadiyani di tempat-tempat ibadah mereka, di sekolah sekolah dan panti asuhan mereka, dan di semua tempat kegiatan mereka yang merusakkan (akidah Islam ). Disamping itu umat Islam wajib untuk memaparkan serta memperkenalkan kepada Dunia islam siapa-siapa yang termasuk orang-orang Ahmadiyah. Hal ini untuk menjaga agar umat tidak terperangkap dalam jeratan mereka.
Menyatakan bahwa golongan Ahmadiyah itu adalah kafir dan keluar dari islam.
Tidak bergaul dengan orang-orang Qadiyani atau Ahmadiyah, dan memutuskan hubungan ekonomi, sosial, dan budaya dengan mereka. Tidak menikahi mereka serta tidak menguburkan mereka di tanah pekuburan kaum muslimin, dan memperlakukan mereka sebagai orang kafir.
Meminta kepada pemerintah-pemerintah Islam untuk melarang setiap kegiatan pengikut-pengikut Mirza Ghulam Ahmad, dan menganggap mereka sebagai golongan minoritas non-muslim, dan melarang mereka untuk menduduki jabatan yang strategis dalam negara.
Menyebarluaskan foto-kopi penyelewengan Ahmadiyah dalam al Quran al karim, disertai inventarisasi terjemahan-terjemahan Al Quran yang dibuat oleh Ahmadiyah dan berhati-hati terhadap terjemahan itu dan melarang beredarnya terjemahan tersebut.
Semua golongan yang menyeleweng dari Islam diperlakukan seperti Ahmadiyah.




FATWA MUI
Pada tanggal 4 Maret 1984 Sidang paripurna Lengkap Rapat Kerja Nasional Majelis Ulama Indonesia memutuskan :

Bahwa Jemaat Ahmadiyah di wilayah negara Republik Indonesia yang berstatus sebagai badan hukum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman R.I No.JA/23/13 tanggal 13-3-1953 (tambahan Berita Negara tanggal 31-3-1953 No.26 ) bagi umat Islam menimbulkan :
Keresahan karena isi ajarannya bertentangan dengan ajaran agama Islam.
Perpecahan khususnya dalam hal ubudiyah (shalat), bidang Munakahat dan lain-lain.
Bahaya bagi ketertiban dan keamanan Negara.
Maka dengan alas an-alasan tersebut dimohon kepada pihak yang berwenang untuk meninjau kembali Surat Keputusan Menteri Kehakiman R.I. tersebut.

Menyerukan kepada ;
Agar Majelis Ulama Indonesia , majelis Ulama Daerah Tingkat I, Daerah Tingkat II, para Ulama dan Dai di seluruh Indonesia menjelaskan kepada masyarakat tentang sesatnya Jemaat Ahmadiyah Qadiyani yang berada di luar Islam.
Bagi mereka yang terlanjur mengikuti Jemaat Ahmadiyah Qadiyani supaya segera kembali kepada ajaran Islam yang benar.
Kepada seluruh umat Islam supaya mempertinggi kewaspadaannya, sehingga tidak terpengaruh dengan faham yang sesat itu.

Majelis Ulama Indonesia dan Organisasi keagamaan telah melakukan kajian tentang Ahmadiyah yang hasilnya antara lain dituangkan dalam bentuk rekomendasi dan Fatwa sebagai berikut ;

Majelis Ulama Indonesia DATI I Propinsi Istimewa Aceh mengeluarkan fatwa tahun 1984 bahwa Ahmadiyah Qadiyani adalah sesat dan menyesatkan ( surat MUI DATI DI Aceh No.24/I/FATWA/1984 ).
Ulama di Sumatera Timur mengeluarkan Keputusan Hasil Musyawarah tahun 1953 bahwa Ahmadiyah Qadiyani adalah kafir /murtad. ( Surat No. 125/Rhs/DI/19/65).
Majelis Ulama Indonesia dalam MUNAS II tahun 1980 menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah jamaah di luar Islam, sesat dan menyesatkan ( Keputusan MUNAS II MUI se Indonesia No.05/Kep/Munas/II/MUI/1980).
Majelis Ulama Indonesia DATI I Sumatera Utara mendukung Keputusan MUNAS II MUI Pusat pada tahun 1980 ( Surat MUI DATI I Sumatera Utara No.356?MU-SU/VI/1984).
Muhammadiyah melalui keputusan Majelis Tarjih menetapkan bahwa tidak ada nabi sesudah nabi Muhammad saw. Jika orang itu menerima dan tidak mempercayai ayat dan hadist mengenai hal tersebut, maka dia telah mendustakannya dan barangsiapa yang mendustakannya maka kafirlah ia ( PP. Muhammadiyah, Himpunan Putusan Tarjih, t.th. : 280-281 ).
Majelis Ulama Indonesia DATI I RIAU tahun 1994 mengeluarkan fatwa bahwa ajaran Ahmadiyah Qadiyani benar-benar berada di luar Islam, dan dapat meresahkan masyarakat muslim ( Komisi Fatwa MUI DATI RIAU, 7 Oktober 1994 ).
Dewan Syuriah PP Nahdatul Ulama mengeluarkan keputusan pada tahun 1995 bahwa Aliran Ahmadiyah yang ada di Indonesia menyimpang dari ajaran Islam. Aliran Ahmadiyah yang memutarbalikkan al Quran itu agar dilarang .
Forum Ukhuwah Islamiyah Indonesia yang terdiri atas organisasi Islam, para ulama, dan zuama, antara lain Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Syarikat Islam (SI), Ittihadul Muballighin, Muhammadiyah, Persatuan Umat Islam ( PUI), Al Irsyad al Islamiyah, Persatuan Islam ( PERSIS) beserta sejumlah ulama menyatakan bahwa ajaran Ahmadiyah Qadiyan sudah keluar dari akidah Islamiyah dan gerakan sesat dan menyesatkan, penodaan kepada kitab suci Al Quran oleh Ahmadiyah memalui "kitab sucinya" TADZKIRAH wajib dihentikan ( Surat Pernyataan Permohonan Pelarangan secara nasional terhadap Ahmadiyah di Indonesia tanggal 17 September 1994 ).

SIKAP NEGARA ISLAM LAIN

Pemerintah malaysia juga telah melarang ajaran Qadiani dan dianggap kafir sejak tanggal 18 Juni 1975.
Kerajaan Brubei juga telah melarang ajaran Ahmadiyah berkembang di negara Brunei Darussalam.
Kerajan Arab saudi telah menyatakan bahwa Ahmadiyah kafir dan tidak boleh memasuki tanah haram.
Negara Pakistan juga menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah termasuk kelompok minoritas non-muslim, sama kedudukannya dengan agama nasrani, sikh, dan lain sebagainya.

Kuala lumpur, 17 Maret 2008
Muhammad Arifin Ismail.

Bahan Bacaan :
Mirza Ghulam Ahmad, The Teaching of Islam, Inter India Publications, Delhi, 1910
Abul A’la al Maududi, The Qadiani Problem, Islamic Publications , Lahore, t.tahun.
Sayid Abul hasan Ali an nadwi, Qadianism : A critical study, Islamic Research and Publications, Locknow, India, 1974.
Ahmad Hariadi, mengapa saya keluar dari Ahmadiyah Qadiani, Yayasan kebangkitan Kaum Muslimin, Bandung, 1986.
Hartono Ahmad Jaiz, Aliran dan Paham sesat di Indonesia, Pustaka al kausar, Jakarta,, 2004.
Sanaullah Amritsari, Fasl Qadhiyati al Qadhiani, Sanai Academy, Lahore, 1394.
WWWWW

Butir - Butir Kesesatan Ahmadiyah


. Umumnya para ulama di dunia menyatakan bahwa Ahmadiyah itu bukan bagian dari Islam. Sebab doktrin-doktrin yang mereka ajarkan sudah terlalu jauh menyimpang dari aqidah Islam. Diantaranya apa yang telah diedarkan oleh Liga Fiqih Islam (Majma' Fiqih Islami) tentang sesatnya doktrin Ahmadiyah:
a. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa Allah SWT itu seperti manusia, Dia melakukan puasa, shalat, tidur, bangun, menulis, bersalah bahkan melakukan hubungan seksual (Maha Suci Allah).
b. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa tuhan mereka itu berkebangsaan Inggris, yang berbicara kepada Mirza Ghulam Ahmad dengan bahasa Inggris.
c. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa kenabian itu belum selesai dan masih akan ada nabi terus. Menurut mereka Allah akan mengutus nabi berdasarkan keperluan. Dan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi yang paling utama dan paling agung dibandingkan semua nabi yang pernah ada.
d. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa malaikat Jibril turun kepada Mirza Ghulam Ahmad dan memberinya wahyu. Dan ilham-ilham yang diterima Mirza seperti Al-Qur'an.
e. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa tidak ada Al-Qur'an kecuali yang dibawa oleh Al-Masih yang dijanjikan kedatangannya, yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Tidak ada hadits kecuali apa yang diajarkan Mirza. Dan tidak ada nabi kecuali di bawah wewenangnya.
f. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa kitab suci mereka diturunkan dengan nama 'Al-Kitab Al-Mubin', di mana yang dimaksud itu bukan Al-Qur'an.
g. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa mereka adalah pemeluk agama yang baru yang mandiri, dengan syariat yang independen, serta berkeyakinan bahwa kedudukan orang-orang yang menjadi teman Mirza Ghulam Ahmad seperti kedudukan para shahabat kepada Nabi Muhammad SAW.
h. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa kota Qodian itu seperti Mekkah dan Madinah, bahkan kota itu lebih suci dari keduanya. Tanah Qodian adalah tanah suci dan kota itu menjadi kiblat mereka serta kesana pula mereka melakukan ibadah haji.
i. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa bahwa perintah jihad tidak pernah ada serta mereka fanatik buta dengan keinginan penjajah Inggris. Dan bahwa penjajah Inggris adalah tuan mereka berdasarkan nash kitab suci mereka.
j. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa semua pemeluk agama Islam itu kafir, kecuali mereka yang masuk dalam Ahmadiyah. Mereka pun melarang pengikutnya untuk menikah dengan orang lain kecuali dengan sesama pengikut mereka sendiri.
k. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa hukum khamar, opium, narkotika dan benda memabukkan lainnya tidak haram.
l. Ahmadiyah berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah anak tuhan.
2. Siapakah Mirza Ghulan Ahmad?
Dia lahir pada tahun 1839 di India, tepatnya di kampung Qodian, wilayah Punjab. Dan meninggal di usia 69 tahun tepatnya pada tahun 1908. Dia lahir dari sebuah keluarga yang agak kurang baik di mata rakyat India, bahkan dikenal sebagai keluarga pengkhinat bangsa atas penjajahan Inggris. Latar belakang kisah berdirinya paham sesat buatan Mirza ini memang lebih terfokus kepada proses penjajahan Inggris atas India serta tipu daya penjajah itu dalam meredam semangat jihad perlawanan atas penjajahan Inggris.
Inggris ingin memanfaatkan ketokohan Mirza untuk dijadikan salah satu kaki tangan penjajah dalam rangka mengendorkan semangat perlawanan bangsa India muslim dalam mengusir penjajah. Maka diantara doktrin utama saat itu adalah menafikan perintah jihad. Juga mendoktrinkan bahwa tuhan itu adalah orang Inggris dan berfirman dalam bahasa Inggris.
Lalu dengan diback-up oleh beragam fasilitas penjajah, ajakan sesat Mirza ini dianggap efektif untuk meredam jihad. Sehingga pada periode berikutnya, Mirza semakin membabi buta dalam rangka mengobrak-abrik isi aqidah Islam, sebagaimana yang sudah kami sebutkan di atas. Maka dari hanya sekedar meredam jihad, paham sesat Mirza ini berkembang sampai dia mengatakan bahwa dirinya adalah nabi, bahkan nabi yang paling besar. Selanjutnya dia pun pernah menyebutkan bahwa dirinya adalah anak tuhan. Nauzu billahi min zalik.
Tentu saja para ulama di India marah besar terhadap ajaran sesat Mirza. Apalagi kita tahu bahwa India juga gudang para ulama besar dunia. Mereka pun sepakat untuk menyatakan bahwa Mirza dengan segala ajarannya itu sudah bukan muslim lagi alias kafir. Salah seorang ulama India, Syeikh Abul Wafa' yang juga pemimpin Jamaah Ahlul Hadits pernah mendebatnya, menjatuhkan semua hujjahnya dan membuka kedoknya. Namun ketika Mirza tidak bergeming dari pendirian sesatnya, beliau pun menantangnya bermubahalah (saling berumpah agar Allah menjatuh laknat kepada lawannya). Dan hanya berselang beberapa hari setelah mubahalah itu, Mirza pun meninggal dunia.
3. Salah satu kepastian bahwa ajaran Mirza ini kufur dari Islam adalah ketika mereka mengaku memiliki kiab suci sendiri selain Al-Qur'an yang kita kenal sekarang ini. Mengingkari Al-Qur'an Al-Kariem sebagai satu-satunya kitab suci sudah cukup untuk mengeluarkan seseorang dari pemeluk agama Islam.
4. Mendiamkan saja ajaran sesat seperti ini berarti sama saja mendiamkan kezhaliman dan kemunkaran. Adalah menjadi kewajiban semua umat Islam untuk menghadang laju penyebaran ajaran sesat yang mendompleng agama Islam. Masyarat muslim dan juga non muslim harus mendapatkan informasi sejelas-jelasnya bahwa ajaran ini bukan ajaran Islam, bahkan bila ada seorang muslim yang ikut dan meyakini ajaran seperti ini, dia bisa keluar dari agama Islam.
Kepada para pemimpin ajaran sesat ini, diminta untuk segera bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Kita punya kewajiban untuk meminta mereka merevisi kembali ajaran sesatnya, serta melarang mereka secara resmi mengajarkan ajaran munkar ini kepada siapapun. Untuk itu perlu ada sanki yang tegas dan bukan hanya sekedar basa-basi.
Bahkan dalam sistem hukum Islam yang berjalan secara formal, kepada para penyebar ajaran sesat seperti ini diberi waktu tiga hari untuk bertobat. Bila tidak mau bertobat juga, hakim berhak untuk mengeksekusi mati karena kemurtadannya. Namun semua itu harus dalam koridor hukum yang berlaku secara formal, dimana hukum itu memang berlaku secara sah di dalam sebuah negara. Dan kita dahulu pernah menghukum mati seorang yang murtad menjadi kafir, yaitu Syekh Siti Jenar, yang mengajarkan ajaran sesat paham wihdatul wujud. Para pendahulu kita, yakni para wali songo telah sepakat menghukumi Jenar sebagai orang yang murtad dengan ajarannya. Maka darahnya halal dalam pandangan hukum yang berlaku saat itu.
Memang ada beberapa oknum yang agak membela ajaran sesat ini. Mereka berlindung di balik hak asasi manusia. Sayangnya mereka tidak pernah berpikir bahwa agama Islam punya koridor dan batas-batas yang tegas untuk tidak boleh dilanggar. Pemeluk agama apapun akan marah bila agamanya diobrak-abrik seperti itu. Maka dalam hal ini, bukan tempatnya lagi bicara hak asasi. Tetapi waktunya untuk mempertegas antara yang hak dan yang batil. Seandainya oknum-oknum yang membela ajaran sesat ini masih punya iman dan masih takut kepada Allah SWT, pastilah mereka tahu bahwa ajaran ini memang sesat dan harus dihilangkan.
Namun kita juga tahu bahwa semua tindakan yang dibenarkan dalam Islam tidak boleh sampai masuk ke wilayah anarkis atau melakukan beragam pengerusakan. Kalau sampai terjadi hal itu, ada kemungkinan karena sebagian masyarakat kesal dan tidak mampu menaham amarah. Sebab sebenarnya ajaran sesat ini sudah dilarang secara resmi oleh pemerintah, tetapi didiamkan saja beraktifitas, bahkan sampai bisa memperbanyak pengikut. Maka itikad baik para aparat negara dalam hal ini amat dipertaruhkan. Mampukah mereka bertindak tegas dalam melarang penyebaran ajaran yang sudah resmi sesat ini?
Bila tidak mampu, maka tindakan anarkis ini memang mudah sekali terjadi. Meski bukan berarti kami membenarkan tindakan anarkis. Semoga Allah SWT selalu memberikan hidayahnya kepada kita semua dan menghilangkan ajaran-ajaran sesat dari negeri kita. Amien Ya Rabbal 'Alamin.
Wallahu a'lam bish-shawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Ahmad Sarwat, Lc.
WWWWW

MUI Tetap Nilai Ahmadiyah Sesat

JAKARTA--MEDIA: Majelis Ulama Indonesia (MUI) tetap menyatakan Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) sesat. Pasalnya, 12 butir pernyataan JAI yang mengakui Nabi Muhammad sebagai nabi penutup (khatamun nabiyyin) tidak mengubah substansi keyakinan JAI terhadap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi atau rasul.
"Sampai saat ini MUI masih menyatakan JAI aliran sesat. Karena 12 butir pernyataan yang disampaikan kemarin sama sekali tidak mengubah pendirian JAI terhadap kenabian Mirza Ghulam Ahmad," kata Ketua Komisi Fatwa MUI KH Ma'ruf Amin ketika menerima delegasi Forum Umat Islam Indonesia (FUI) yang dipimpin KH M Al-Khaththat di sekretariat MUI, Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (16/1).
Menurut KH Ma'ruf Amin, MUI memberikan pilihan kepada JAI yaitu dengan kembali ke ajaran yang benar atau al ruju ila alhaq, membubarkan diri atau mendirikan agama sendiri di luar Islam (nonmuslim)
Menurut KH Ma'ruf Amin, 12 butir pernyataan JAI tersebut akan dikonsultasikan dulu kepada MUI. "Kalau MUI setuju itu baru itu kami anggap benar ternyata MUI tidak dikonsultasikan. Karena itu pernyataan JAI itu MUI tidak bertanggung jawab," tegasnya.
Ditegaskan, sejak dulu JAI menyatakan Nabi Muhammad sebagai khatamun nabiyyin tetapi tetap menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi tanpa syariat. "Jadi tidak mengubah substansi apa-apa," tandasnya.
Sementara itu, FUI menyerukan pemerintah tidak bermain mata dengan Ahmadiyah untuk mengelabui umat Islam yang harus dilindungi dalam menjalankan akidahnya. FUI juga meminta pemerintah membubarkan JAI serta meminta segenap elemen umat Islam mendukung fatwa MUI yang menyatakan sesat JAI.
"Kami juga meminta seluruh pengikut Ahmadiyah bertaubat kembali kepada ajaran Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW," ungkapnya.
Saat berita ini diturunkan sedang berlangsung pertemuan MUI dengan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan (Bakorpakem) (Bay/OL-06)
WWWWW

Daftar isi